
CMI News — Setelah dua hari berturut-turut tertekan di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan dengan senyum.
Indeks menguat 0,91% ke level 8.166,22, menandai rebound yang cukup solid setelah sesi pertama sempat lesu.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/10/2025) tercatat mencapai Rp22,72 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 28,37 miliar saham dan total 2,24 juta kali transaksi.
Dari total emiten yang diperdagangkan, 355 saham naik, 316 turun, dan 140 stagnan.
Namun di balik euforia kenaikan IHSG, ada dinamika menarik: investor asing mencatatkan net buy jumbo senilai Rp3,79 triliun di seluruh pasar, tetapi justru melepas sejumlah saham besar di sektor unggulan.

Asing Masih Akumulasi, Tapi Juga Lepas Saham Raksasa
Berdasarkan data Stockbit, aksi beli bersih asing terbagi antara Rp1,23 triliun di pasar reguler dan Rp2,55 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Meski demikian, sejumlah saham blue chip justru masuk radar net sell asing.
Berikut daftar 10 saham yang dilepas asing di perdagangan kemarin:
1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) – Rp174,01 miliar
2. Bumi Resources (BUMI) – Rp87,62 miliar
3. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) – Rp73,86 miliar
4. Telkom Indonesia (TLKM) – Rp50,11 miliar
5. Bank Negara Indonesia (BBNI) – Rp48,04 miliar
6. Barito Pacific (BRPT) – Rp43,39 miliar
7. MD Entertainment (FILM) – Rp34,31 miliar
8. Archi Indonesia (ARCI) – Rp29,16 miliar
9. Impack Pratama (IMPC) – Rp28,26 miliar
10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) – Rp26,04 miliar
Aksi jual asing terhadap sejumlah saham besar di tengah net buy jumbo mengindikasikan adanya rotasi portofolio.
Pelaku global tampak memindahkan alokasi dari saham defensif ke sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi menjelang akhir tahun.
Pergerakan ini juga sejalan dengan dinamika global—terutama setelah The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga 25 basis poin.
Kondisi tersebut memberi sinyal pelonggaran moneter yang bisa mendorong minat terhadap aset berisiko di emerging markets, termasuk Indonesia.
Namun, pelepasan saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI juga menunjukkan bahwa investor asing tengah melakukan profit taking terbatas setelah periode reli yang cukup panjang di sektor perbankan dan telekomunikasi.
Investor Domestik Perlu Cermati Pola Ini
Meski IHSG kembali menguat, investor lokal disarankan tetap berhati-hati.
Kenaikan indeks kali ini masih didorong oleh aliran dana asing di segmen tertentu, bukan oleh sentimen fundamental yang merata.
Fokus ke depan akan tertuju pada laporan keuangan kuartal III emiten besar serta respons pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter di kuartal IV 2025. Sektor konsumsi dan komoditas bisa menjadi sorotan, seiring proyeksi stabilisasi inflasi dan potensi rebound harga bahan mentah.






