CMI News — Mikel Arteta secara terbuka mengakui bahwa kelanjutan kariernya bersama Arsenal sangat bergantung pada kemampuan menghadirkan trofi. Meski telah enam tahun menukangi The Gunners, raihan gelar Arteta masih tergolong terbatas.

Pelatih asal Spanyol itu resmi ditunjuk sebagai manajer Arsenal pada 20 Desember 2019, menggantikan Freddie Ljungberg yang sebelumnya berstatus pelatih interim. Sejak saat itu, Arteta perlahan membangun ulang Arsenal hingga kembali menjadi penantang serius di papan atas Liga Inggris.

Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal tampil konsisten dan selalu finis di posisi kedua Premier League selama tiga musim beruntun. Stabilitas tersebut membuat Arteta mampu bertahan lama di Emirates Stadium.

Namun, konsistensi itu belum sepenuhnya sejalan dengan prestasi trofi. Selama enam tahun, Arteta baru mempersembahkan tiga gelar untuk Arsenal, yakni Piala FA musim 2019/2020 serta dua Community Shield pada 2020 dan 2023.

Arteta pun menyadari bahwa tuntutan di klub sebesar Arsenal tidak sekadar soal performa, melainkan juga soal prestasi. Ia menegaskan ambisinya untuk membawa The Gunners kembali mengangkat trofi, terutama di ajang Liga Inggris musim ini.

Saat ini Arsenal berada di puncak klasemen Premier League dengan koleksi 36 poin, unggul dua angka atas Manchester City. Situasi tersebut membuat peluang Arsenal untuk bersaing memperebutkan gelar juara semakin terbuka.

Arteta menilai timnya berada di jalur yang tepat, meski ia mengakui masih ada satu target besar yang belum terwujud.

“Lihatlah performa kami dan berbagai rekor yang sudah kami buat dalam sejarah klub. Namun, kami belum berhasil memenangkan trofi itu,” ujar Arteta, dikutip dari The Guardian.

“Hal tersebut menunjukkan level kami saat ini, level yang belum pernah Arsenal capai sebelumnya di Premier League. Kami ingin melangkah lebih tinggi lagi. Jika itu bisa kami capai, saya yakin kami berada di jalur yang tepat untuk terus meraih gelar,” tambahnya.

Dengan sisa kontrak hingga 2027, Arteta menyadari bahwa musim-musim ke depan akan menjadi penentu apakah proyek jangka panjangnya di Arsenal benar-benar berbuah manis.