Cikarang, CMI News – Pemerintah memastikan bahwa gas bumi akan semakin difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan pengalihan sebagian gas ekspor ke pasar domestik menjadi langkah strategis agar industri tidak terganggu pasokannya.
“Gas untuk dalam negeri harus menjadi prioritas. Karena itu, sebagian yang tadinya untuk ekspor kita alihkan agar industri tetap berjalan,” ujar Bahlil dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/8/2025).
Mekanisme Swap Gas Jadi Opsi Cepat
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menerapkan mekanisme swap gas multi-pihak sejak 22 Agustus 2025 untuk menjaga stabilitas pasokan.
Skema ini melibatkan kolaborasi antara kontraktor hulu migas dan pembeli, termasuk West Natuna Supply Group, Medco E&P Grissik, PetroChina Jabung, Premier Oil, Star Energy, Pertamina, PGN, hingga Sembcorp Gas.

















