CMI News — Persaingan teknologi AI dan robotika semakin memanas. Nvidia bersama perusahaan robotika asal China, Unitree, resmi memperkenalkan robot humanoid terbaru bernama H2 Plus dalam ajang Computex 2026.

Robot ini hadir untuk mendukung kebutuhan industri, penelitian, hingga pengembangan kecerdasan buatan yang semakin kompleks.

Nvidia dan Unitree membangun H2 Plus menggunakan platform Isaac Groot, sebuah ekosistem yang menggabungkan perangkat keras, komputasi AI, simulasi, pelatihan, dan implementasi robot dalam satu sistem terpadu.

H2 Plus memiliki tinggi hampir 1,8 meter dengan bobot sekitar 68 kilogram.

Robot ini membawa 75 derajat kebebasan gerak (DoF), termasuk dua tangan robotik canggih yang mampu melakukan manipulasi objek dengan tingkat presisi tinggi.

Untuk menunjang navigasi, H2 Plus menggunakan kamera stereo, kamera tambahan di pergelangan tangan, serta berbagai sensor yang membantu robot memahami lingkungan sekitar secara real-time.

Nvidia membekali robot ini dengan modul Jetson AGX Thor T5000 berbasis arsitektur Blackwell.

Perangkat tersebut mampu menghadirkan performa AI hingga 2.070 FP4 teraflops, didukung CPU Arm 14 inti dan memori terpadu 128 GB.

CEO Nvidia Jensen Huang menyebut robot humanoid sebagai salah satu peluang ekonomi terbesar di era AI.

Menurutnya, teknologi ini akan membawa kecerdasan buatan ke dunia fisik dan membuka pasar bernilai triliunan dolar AS di masa depan.