PEMALANG – Kawasan belakang Stadion Jatidiri Comal kini tampil dengan wajah baru yang lebih rapi dan tertata. Perubahan signifikan ini terjadi setelah Pemerintah Kecamatan Comal sukses mengeksekusi langkah krusial, yakni merelokasi tiang-tiang listrik yang selama ini dinilai mengganggu estetika dan fungsionalitas lahan di area sabuk luar stadion tersebut.
Lantas, bagaimana strategi yang diterapkan oleh pihak kecamatan untuk menyulap kawasan ini menjadi lebih representatif?
Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., mengungkapkan bahwa kunci utama dari penataan ini tidak lepas dari perencanaan yang matang dan pemetaan skala prioritas. Menurutnya, pemindahan tiang listrik bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan langkah awal yang sangat penting untuk membuka potensi pengembangan fasilitas umum di masa depan.
“Relokasi tiang listrik ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan infrastruktur pendukung di kawasan Stadion Jatidiri. Kami berharap dengan pemindahan ini, area belakang stadion menjadi lebih tertata, aman, dan siap mendukung berbagai kegiatan masyarakat maupun pengembangan fasilitas umum ke depan,” ujar Muchammad Maksum saat memberikan keterangan resmi.
Dalam eksekusinya, Muchammad Maksum membeberkan dua strategi utama yang membuat proyek penataan berjalan tanpa kendala berarti di lapangan:
1. Koordinasi Teknis Lintas Sektoral secara Ketat
Memindahkan infrastruktur vital seperti tiang listrik bukanlah perkara mudah karena berkaitan langsung dengan pasokan energi publik. Pemcam Comal menerapkan strategi koordinasi intensif dengan instansi teknis terkait (termasuk pihak PLN). Langkah ini memastikan bahwa proses pemindahan tetap mengedepankan aspek keselamatan jaringan listrik yang ketat tanpa mengorbankan stabilitas pasokan listrik ke rumah warga sekitar.
2. Pendekatan Kolaboratif Berbasis Masyarakat
Alih-alih menggunakan instruksi satu arah, Pemcam Comal memilih mengetuk pintu hati masyarakat dan merangkul semua elemen sejak awal perencanaan. Pendekatan humanis ini membuat warga sekitar ikut merasa memiliki (sense of belonging) terhadap proyek penataan stadion.
Berkat strategi kolaboratif tersebut, proses relokasi tiang listrik berjalan mulus dan mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Muchammad Maksum pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan dan penataan wilayah di Kecamatan Comal,” tegasnya.
Kini, dengan hilangnya tiang-tiang listrik yang sebelumnya dinilai menghalangi space ruang publik, area belakang Stadion Jatidiri bersiap menyambut fungsi barunya. Pemerintah Kecamatan Comal optimis, penataan bertahap ini akan membuat ikon olahraga di Kabupaten Pemalang ini semakin representatif, nyaman, aman, dan membawa manfaat ekonomi maupun sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.






