
Cikarang, CMI News – Pemerintah memastikan pasokan gas bumi di dalam negeri kembali normal setelah sempat terganggu akibat kebakaran pipa di Subang, Jawa Barat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, sejumlah langkah cepat sudah dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian gas ekspor ke pasar domestik.
“Pasokan gas pasca insiden kemarin sudah diatur ulang. Kondisinya clear, tidak ada masalah,” kata Bahlil dalam keterangannya dikutip, Sabtu (23/8/2025).
Skema Swap Jadi Jalan Keluar
Untuk menjaga keandalan pasokan, SKK Migas bersama kontraktor hulu dan pembeli gas menjalankan skema swap gas multi-pihak. Mekanisme ini memungkinkan aliran gas dari beberapa lapangan produksi dialihkan ke konsumen domestik tanpa mengganggu kontrak ekspor yang sudah berjalan.

Dalam perjanjian terbaru, 27 BBTUD gas dari West Natuna Supply Group dialihkan ke PGN melalui Medco E&P Grissik Ltd. dan PetroChina Jabung Ltd. Kesepakatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Medco E&P Natuna, Premier Oil, Star Energy, Pertamina, PGN, hingga Sembcorp Gas.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menekankan bahwa langkah ini merupakan upaya menjaga keberlanjutan industri. “Tambahan pasokan ini bukan untuk pelanggan baru, tapi agar industri yang sudah ada tetap terjamin gasnya,” jelasnya.
Tantangan Hulu Migas Masih Berat
Meski situasi kini terkendali, Djoko mengingatkan bahwa eksplorasi migas di Indonesia penuh risiko. Tingkat keberhasilan pengeboran baru mencapai 30%, sementara potensi kegagalan (dry hole) masih sekitar 70%.
“Sebagian besar cadangan baru ditemukan di laut dalam (offshore) yang biaya operasinya jauh lebih tinggi,” katanya. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
Dukungan Swasta: MedcoEnergi Ambil Peran
Sejalan dengan strategi pemerintah, pihak swasta juga ikut ambil bagian. MedcoEnergi menegaskan komitmennya menjaga suplai domestik dengan menambah pasokan gas dari Blok South Sumatra.
“Kami mendukung penuh koordinasi yang dilakukan SKK Migas. Medco menambah pasokan agar kebutuhan industri nasional tetap terpenuhi,” ujar Ronald Gunawan, Direktur & COO MedcoEnergi.







