
PEMALANG, CMI News – Layanan internet WiFi XL di wilayah Kabupaten Pemalang mengalami lumpuh total sejak Selasa (5/5/2026) dini hari. Berdasarkan investigasi dan konfirmasi terbaru, gangguan massal yang berdampak pada ribuan pengguna tersebut disebabkan oleh hilangnya dua perangkat server terminal vital di dua lokasi berbeda.
Pihak XL WiFi, yang diwakili oleh Hidayat, memberikan penjelasan resmi terkait kendala yang dialami pelanggan. Menurutnya, gangguan ini bukan disebabkan oleh kerusakan sistem internal, melainkan adanya faktor eksternal berupa kehilangan perangkat infrastruktur.
Gangguan jaringan mulai dilaporkan pelanggan sejak pukul 01.38 WIB. Setelah dilakukan pengecekan intensif oleh tim teknis, ditemukan bahwa perangkat server terminal di dua wilayah strategis telah raib, yaitu: Wilayah Mengori, dan Wilayah Bojongnangka.
“Kami membenarkan adanya gangguan massal ini. Saat dikonfirmasi, ditemukan fakta bahwa dua server terminal kami hilang di wilayah Mengori dan Bojongnangka. Hal inilah yang memicu terputusnya koneksi internet secara luas,” ujar Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media dan pelanggan.
Insiden ini diperkirakan berdampak pada sedikitnya 2.000 pelanggan di Kabupaten Pemalang. Kehilangan koneksi internet dalam durasi yang lama ini menyebabkan aktivitas ekonomi, perkantoran, dan pendidikan warga menjadi terhambat.
Menanggapi dugaan tindak pencurian infrastruktur ini, manajemen XL langsung mengambil langkah tegas. Saat ini, pihak kantor XL tengah membuat laporan resmi di Polsek Pemalang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sedang memproses laporan resmi di kepolisian. Kami berharap pihak berwajib dapat segera mengungkap kasus ini karena sudah merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Lumpuhnya jaringan dalam waktu yang lama memicu gelombang kritik dari para pengguna. Banyak pelanggan yang merasa sangat dirugikan, terutama bagi mereka yang bergantung penuh pada koneksi internet untuk bekerja (WFH) maupun usaha digital.
Masyarakat berharap agar pihak XL memiliki mitigasi bencana yang lebih matang di masa depan, seperti penyediaan sistem redundansi atau server cadangan.
“Harapannya, perusahaan sebesar XL punya server cadangan jika terjadi hal darurat seperti ini. Jadi, jika satu titik hilang atau rusak, pelanggan tidak langsung dirugikan dengan pemutusan jaringan total secara berjam-jam,” keluh salah satu pelanggan.
Hingga berita ini diturunkan, tim teknis XL dilaporkan masih terus berupaya melakukan langkah-langkah pemulihan darurat agar layanan dapat segera kembali dinikmati oleh ribuan pelanggan di Pemalang.







