
Cikarang, CMI News – Pasokan gas untuk kebutuhan industri nasional akhirnya kembali pulih setelah sempat terganggu akibat insiden teknis di lapangan. SKK Migas memastikan distribusi energi strategis ini sudah kembali normal sehingga aktivitas industri tidak lagi terdampak.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa gangguan pasokan sempat terjadi menyusul kebakaran pada fasilitas Gas Line CO2 Removal di Stasiun Pengumpul Cidahu, Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, yang dioperasikan PT Pertamina EP. Peristiwa itu mengharuskan penghentian sementara aliran gas.
Selain itu, proses perbaikan infrastruktur milik Medco juga membuat aliran gas yang tersedia hanya bergantung pada sisa tekanan di pipa.
“Akibatnya distribusi sempat menurun, namun sejak 15 Agustus kondisi sudah kembali stabil dan tidak ada kendala lagi,” ujar Djoko, dikutip Senin (18/8/2025).
Dampak ke Industri dan Peran PGN

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaporkan adanya penurunan volume pasokan yang memengaruhi sebagian pelanggan industri di Jawa Barat. Hal ini terjadi karena pemeliharaan tak terencana di beberapa titik pemasok, ditambah pasokan LNG domestik untuk Agustus 2025 yang belum terealisasi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengungkapkan perusahaan sempat meminta pelanggan terdampak melakukan pengaturan pemakaian energi.
“Bagi pelanggan dengan sistem dual fuel, kami sarankan untuk menyiapkan bahan bakar alternatif agar operasional tidak terganggu,” jelasnya.
PGN juga memastikan langkah-langkah percepatan terus dilakukan, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mendapatkan tambahan suplai LNG.
Stabilitas Pasokan Jadi Prioritas
Menurut para pelaku industri, kepastian pasokan energi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai produksi. Insiden di Subang menjadi pengingat bahwa infrastruktur gas nasional perlu mendapat perhatian ekstra agar risiko gangguan bisa ditekan seminimal mungkin.
PGN menegaskan, pemulihan pasokan ini akan diikuti dengan pembaruan informasi berkala kepada pelanggan.
“Kami memahami dampaknya bagi operasional industri dan akan terus berkoordinasi agar pasokan tetap terjaga,” tambah Fajriyah.








