Purwokerto, cminews.co.id : Langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia di luar negeri ditorehkan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Launching Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Luar Negeri UMP yang diresmikan oleh Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Pernyataan Wamen P2MI disampaikan dalam pidato Milad yang dihadiri Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Badan Pembina Harian (BPH), jajaran pimpinan UMP, serta undangan dari berbagai instansi.

Peluncuran program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan persyarikatan Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya para pekerja migran yang selama ini telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional di luar negeri.

Dikatakan Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, Program RPL Luar Negeri merupakan bentuk nyata komitmen UMP untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat global.

“UMP ingin mengembangkan kesempatan seluas-luasnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk memperoleh pengakuan atas pengalaman dan kompetensi yang telah mereke miliki. Pengalaman kerja di luar negeri merupakan modal yang sangat berharga dan layak dikonversi menjadi capaian pembelajaran dalam pendidikan tinggi”, ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Ia menyebut, skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman profesional, pelatihan, maupun kompetensi yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga mempercepat penyelesaian studi tanpa mengurangi mutu pendidikan.

Sementara itu, Wakil Menteri P2MI, mengapresiasi langkah progresif UMP yang menjadi salah satu perguruan tinggi yang menghadirkan layanan pendidikan bagi PMI.

Peningkatan kualitas pendidikan ditegaskan Wamen menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat daya saing PMI di tingkat global.

Wakil Menteri P2MI bersama Rektor UMP

“Mereka memiliki pengalaman yang luar biasa dan perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan sehingga ketika kembali ke tanah air memiliki nilai tambah yang lebih tinggi”, ucap Wamen.

Kolaborasi antara Kementerian P2MI dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi PMI.

Hal yang sama disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah terus mendorong perguruan tinggi di bawah naungannya untuk menghadirkan inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Program RPL Luar Negeri dinilai sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk WNI yang sedang maupun pernah bekerja di luar negeri.

Dukungan penuh peluncuran Program RPL Luar Negeri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Badan Pembina Harian UMP sebagai bagian dari penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

UMP melalui program tersebut membuka peluang bagi PMI di berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan mekanisme yang lebih fleksibel tanpa mengesampingkan standar akademik dan mutu lulusan.

Sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan jejaring internasional, UMP memandang Program RPL Luar Negeri bukan sekadar inovasi akademik tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul berdaya saing global serta siap menjadi agen pembangunan ketika kembali ke tanah air.

Peluncuran Program RPL Luar Negeri semakin mempertegas posisi UMP sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan global, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta konsisten menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif dan berdampak bagi kemajuan bangsa. (*)