Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
KecelakaanPeristiwa

Tragedi Rem Blong di Exit Tol Bawen: Pengakuan Korban dan Dampaknya

×

Tragedi Rem Blong di Exit Tol Bawen: Pengakuan Korban dan Dampaknya

Sebarkan artikel ini
Tol Bawen

“Tiba-tiba ada truk sepertinya rem blong menabrak kendaraan-kendaraan di depannya.

“Mobil boks terguling menabrak median jalan, sedangkan mobil saya terdorong sekitar 20 meter hingga berputar tiga kali dan menabrak median jalan juga,” kata Kentiyarso, Jumat (5/7/2024).

Dikatakan, sebelum menabrak, mobil boks itu sempat membunyikan klakson. Namun karena jarak yang terlalu dekat dan kondisi lampu menyala merah dirinya tidak bisa menghindari. Akibat kecelakaan itu ada satu korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Namun tadi sepertinya satu pengendara motor terluka, dibawa ke rumah sakit. Kalau saya Alhamdulillah tidak ada luka,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan itu, lalu lintas di jalur menuju arah Salatiga sempat mengalami kepadatan hingga beberapa kilometer. Polisi langsung mengevakuasi semua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan secara resmi.

Simpang exit Tol Bawen yang kondisi jalannya menurun memang kerap menjadi lokasi kecelakaan. Salah satu kecelakaan maut yang terjadi di lokasi itu adalah saat sebuah truk yang mengalami rem blong menabrak puluhan kendaraan yang tengah berhenti di traffic light pada 23 September 2024 lalu. Akibat kecelakaan itu, tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya luka-luka.

Dampak Tragedi Tol Bawen

Kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga kemacetan panjang di Exit Tol Bawen. Petugas kepolisian harus bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan mengatur arus lalu lintas.

Tragedi ini juga menimbulkan trauma bagi para korban dan keluarga mereka. Kehilangan orang terkasih dan mengalami luka-luka tentu menjadi pengalaman yang sangat berat.

Perlunya Evaluasi Keselamatan

























banner
error:
Verified by MonsterInsights