
DOGIYAI – Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Habakuk Woge Dogiyai kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi pelayan Tuhan yang tangguh. Pada Jumat (08/05/2026), sebanyak 10 siswa resmi dilepas dalam acara Penamatan Angkatan ke-VIII yang berlangsung khidmat di ruang kelas SMTK Habakuk Woge, Digikotu, Moanemani, Kabupaten Dogiyai.
Momen pelepasan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi para lulusan untuk melanjutkan langkah ke jenjang pendidikan tinggi, baik di bidang teologi maupun perguruan tinggi umum.
Sinergi Teologi dan Kurikulum Nasional
Selama masa studi tiga tahun, para siswa SMTK Habakuk Woge dibekali dengan kurikulum ganda. Selain pendalaman ilmu teologi, mereka juga menerima pelajaran umum setingkat SMA sesuai kurikulum nasional.

Obeth Magai, S.Th., M.IP., M.Pd., mantan Kepala Sekolah yang kini kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik, menjelaskan bahwa standar pendidikan di sekolah ini terus ditingkatkan. “Sejak tahun 2019, SMTK Habakuk Woge telah menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Hal ini memastikan standar kelulusan siswa kami diakui secara luas,” ungkapnya.
Kombinasi kurikulum ini bertujuan agar lulusan tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan luas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Obeth Magai menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik. Menurutnya, tantangan dunia pelayanan di masa depan akan sangat berbeda dan menuntut kompetensi yang lebih tinggi.
“Dunia pelayanan berubah drastis. Ke depan, seorang hamba Tuhan yang dipercaya menjadi gembala jemaat atau Ketua Klasis wajib berstatus sarjana teologi. Jemaat saat ini semakin berpendidikan, sehingga para pelayannya pun harus setara, baik secara intelektual maupun spiritual,” tegas Obeth.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja masa kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman, namun harus didukung oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kompetensi akademik yang teruji.
Harapan senada disampaikan oleh Wakil Ketua Klasis Kamuu, Pdt. Yakobus Iyai, S.Th. Ia mengingatkan para lulusan agar tetap teguh pada fondasi iman di mana pun mereka berada nantinya. “Jadilah saksi berdasarkan Firman Allah. Jangan biarkan pengaruh dunia menggeser ajaran benar yang telah diterima dari bapak dan ibu guru di sekolah ini,” tuturnya.
Acara puncaknya ditandai dengan penyerahan kembali 10 lulusan oleh Pdt. Obeth Magai kepada orang tua wali, pengurus jemaat, dan pihak Klasis. Ia berpesan agar para lulusan fokus memanfaatkan masa transisi ini untuk mengejar gelar sarjana guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin gereja yang kompeten di masa depan.
Pelepasan Angkatan VIII ini menjadi bukti nyata peran SMTK Habakuk Woge Dogiyai dalam menyediakan pendidikan bermutu di Papua. Dengan bekal ilmu yang didapat, para lulusan diharapkan mampu menjadi “garam dan terang” serta menjadi gembala muda yang cakap dan takut akan Tuhan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh gereja, para orang tua siswa, serta dewan guru SMTK Habakuk Woge Dogiyai.






