CMI News — Penanganan kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur kini memasuki tahap investigasi berbasis teknologi.

Korps Lalu Lintas Polri mengerahkan perangkat Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap kronologi insiden secara lebih presisi.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan proses penyidikan berjalan objektif dengan dukungan data digital yang kuat.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan dua jenis perangkat TAA dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Teknologi statis menggunakan kamera LiDAR dan kamera 360 derajat,” ujarnya, dikutip dari Tribrata Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, perangkat tersebut mampu merekam kondisi lingkungan secara menyeluruh, termasuk detail posisi objek di lokasi kejadian.

Selain itu, alat portabel juga digunakan untuk melengkapi proses dokumentasi lapangan.

Hasil pengolahan data kemudian divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi melalui tampilan helicopter view, sehingga rekonstruksi kejadian bisa dilihat dari berbagai sudut.

“Rekonstruksi dibuat dalam bentuk 3D dengan kualitas visual hingga resolusi 4K,” jelasnya.

Data yang dihasilkan dari teknologi ini tidak hanya digunakan untuk analisis internal, tetapi juga akan menjadi bagian dari alat bukti dalam proses hukum.

“Ini menjadi alat bukti elektronik yang sah dan akan digunakan dalam penyidikan hingga persidangan,” tambahnya.

Selain fokus pada aspek teknis kecelakaan, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi dalam insiden tersebut.

Evaluasi terhadap operator kendaraan disebut akan dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan ke depan.

Insiden maut ini sendiri melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Data awal menyebutkan korban meninggal
mencapai belasan orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit.

Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

teknologi TAA Korlantas Polri dalami kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur