Sebuah insiden yang melibatkan seorang tamu dan pihak Hotel Indonesia Syariah di Pekalongan menjadi viral di media sosial setelah tamu tersebut, Rama Sahid, mengunggah videonya. Dalam video itu, Rama menunjukkan dirinya diintimidasi dan akhirnya diusir dari hotel karena menolak membayar biaya tambahan saat check-in.

Peristiwa ini bermula dari pemesanan kamar yang dilakukan Rama melalui aplikasi Traveloka. Menurut Rama, harga yang tertera di aplikasi sudah final dan tidak seharusnya ada biaya tambahan. Namun, pihak hotel bersikukuh meminta biaya tambahan karena harga kamar yang ia pesan, sekitar Rp130.000, berada di bawah kebijakan internal hotel yang menetapkan harga minimal Rp150.000. Selisih yang harus ia bayar adalah Rp10.224. Karena menolak, Rama pun diusir dan terpaksa mencari hotel lain malam itu juga.

 

Permintaan Maaf dari Pihak Hotel

Setelah video tersebut menyebar luas, pihak hotel melalui pengelola mereka, Ariyesti, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka. Permintaan maaf ini ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk PHRI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, serta Wali Kota Pekalongan.

BACA JUGALurah Muktiharjo Kidul Dan Anggota DPRD Hanik Khoiru Distribusi Bantuan Ke Korban Banjir

Senada dengan itu, Ketua PHRI Kota Pekalongan, Trias Wahyu Arditya, juga mengonfirmasi bahwa manajemen hotel sudah membuat pernyataan maaf resmi dalam bentuk video. Trias menambahkan bahwa pihak hotel telah berkomunikasi langsung dengan Rama Sahid pada Sabtu (16/8) untuk menyelesaikan masalah ini.

Meskipun belum ada jadwal pasti, kedua belah pihak dikabarkan akan bertemu. Trias berharap perselisihan ini dapat segera terselesaikan karena komunikasi yang baik sudah terjalin di antara mereka. Kejadian ini menjadi pengingat bagi industri perhotelan untuk menyamakan kebijakan harga antara pemesanan langsung dan melalui platform aplikasi, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.