
Menurut Sapto Suwarno, siswa pertama selamat, kemudian disusul siswa ke dua melompat, dan terakhir karena tembok sudah lama adanya dorongan pijakan kaki yang kuat, sehingga begitu anak ini melompat, tembok tersebut roboh. “Korban atas nama Asfal Maula Pratama, siswa kelas 12 dan meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit”, jelasnya.
Setelah korban mendapat penanganan di Rumah Sakit, jenasahnya kemudian di bawa kerumah duka di Desa Mantrianom Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara untuk di semayamkan dan selanjutnya korban dimakamkan di TPU Desa Mantrianom.
Paman korban, Sutikno mengatakan tak menyangka jika keponakannya ini menjadi korban ambruknya tembok pagar sekolah.
“Yang ya sedih, setidaknya gimana gitu, untuk perhatikan lagi sekolah, dindingnya harus diperkuat lagi, pihak sekolah saya minta istilahnya harus di perketat lagi pengawasan murid dan tembok yang rusak harus di perbaiki segera mungkin”, ujar paman korban.



















