
BANJARNEGARA – CMI News : Seorang siswa SMA di Banjarnegara tewas tertimpa tembok pagar sekolah.
Sebelum kejadian korban bersama dua temannya meloncat tembok pagar, namun naas, tembok pagar tersebut roboh dan menimpa korban.
Menurut keterangan pihak sekolah, kejadian tersebut terjadi saat korban hendak keluar sekolah dengan cara melompati tembok pagar sekolah, Rabu (16/10/2024).
“Saat kejadian ada tiga siswa yang meloncat tembok pagar setinggi 2 meter, satu siswa selamat, satu lainnya mengalami luka-luka, dan satu siswa lagi meninggal dunia”, ucap Wakil Kepala SMAN Bawang, Sapto Suwarno.
“Ini anak kan melompat tembok, mau keluar tapi melalui tembok, kemudian temboknya roboh, karena mungkin terdorong oleh ayunan kaki atau pijakan untuk lompatannya, sehingga tembok tersebut tidak kuat mengingat bangunan lama, sejak jamannya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) masih berdiri, dan tidak ada begisting”, imbuhnya.


Menurut Sapto Suwarno, siswa pertama selamat, kemudian disusul siswa ke dua melompat, dan terakhir karena tembok sudah lama adanya dorongan pijakan kaki yang kuat, sehingga begitu anak ini melompat, tembok tersebut roboh. “Korban atas nama Asfal Maula Pratama, siswa kelas 12 dan meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit”, jelasnya.
Setelah korban mendapat penanganan di Rumah Sakit, jenasahnya kemudian di bawa kerumah duka di Desa Mantrianom Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara untuk di semayamkan dan selanjutnya korban dimakamkan di TPU Desa Mantrianom.
Paman korban, Sutikno mengatakan tak menyangka jika keponakannya ini menjadi korban ambruknya tembok pagar sekolah.
“Yang ya sedih, setidaknya gimana gitu, untuk perhatikan lagi sekolah, dindingnya harus diperkuat lagi, pihak sekolah saya minta istilahnya harus di perketat lagi pengawasan murid dan tembok yang rusak harus di perbaiki segera mungkin”, ujar paman korban.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Bawang telah melakukan pemeriksaan di TKP, ambruknya tembok pagar sekolah ini akibat kondisi yang sudah lapuk termakan usia.
Kapolsek Bawang Iptu Suhardi Deny Setyawan, mengatakan, kronologi tiga siswa SMAN 1 Bawang melompat pagar. “Pagarnya itu bangunan lama jaman SPG sekitar tahun 1988, info dari guru sekolah tersebut, murni kecelakaan, yang jelas mau keluar sekolah tapi lewat melompati pagar, mungkin mau bolos, mungkin”, kata Kapolsek.
Kepanikan warga terlihat dalam rekaman CCTV, saat mengetahui salah satu siswa SMAN 1 Bawang tewas tertimpa tembok pagar sekolah.








