
DOGIYAI, CMI News – Atmosfer kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin kental di Kabupaten Dogiyai. Puncak dari keseruan tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026), ketika Panitia Peringatan HUT RI menggelar lomba Tarik Tambang antar-instansi di Halaman Kantor Bupati Dogiyai.
Lomba yang menguji kekuatan, kekompakan, dan strategi tim ini diikuti oleh 17 tim finalis yang berasal dari 35 grup pendaftar. Peserta berasal dari berbagai elemen strategis, meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, serta karyawan BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah Dogiyai.
Setelah melalui serangkaian pertandingan yang sengit dan penuh semangat sportivitas, tiga juara utama berhasil ditentukan:
* Juara I: Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai (Tuan Rumah)
* Juara II: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dogiyai

* Juara III: Dinas Peternakan Kabupaten Dogiyai
Ketua Koordinator Lomba Tarik Tambang, Marius Yobee, S.Sos., mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme peserta. “Total ada 35 grup yang mendaftar, namun setelah melalui seleksi dan pengundian, 17 tim terbaik bertarung hari ini. Persaingan sangat ketat, namun semangat persaudaraan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Marius juga mengonfirmasi bahwa para pemenang akan menerima hadiah berupa piala dan penghargaan khusus yang akan diserahkan secara resmi usai rangkaian kegiatan puncak HUT RI pada 17 Agustus 2026 nanti.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam lomba ini adalah menjaga ketertiban dan keamanan. Marius Yobee memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta karena selama pertandingan berlangsung dari awal hingga akhir, tidak ada insiden keributan atau kekacauan.
“Kami sangat bangga melihat sikap sportif para peserta. Bagi tim yang kalah, jangan kecewa atau sakit hati. Ini hanya permainan untuk mempererat tali silaturahmi. Tetaplah semangat, jaga kekompakan, dan persiapkan diri untuk mengikuti perlombaan lain yang akan dilaksanakan besok lusa,” pesan Marius kepada para atlet.
Keberhasilan penyelenggaraan lomba Tarik Tambang yang aman dan terkendali ini menjadi bukti maturity (kedewasaan) aparatur sipil negara dan elemen masyarakat di Dogiyai dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif, sehat, dan menyatukan.







