”Pas mau nge-print di kantor BKD, yang dikeluarkan malah printernya rusak,” ujar Hamu Fauzi.
Printer Pendopo yang seharusnya menjadi fasilitas vital penunjang administrasi pemerintah, ternyata tidak berfungsi. Proses penandatanganan dokumen penting, yang menyangkut nasib ribuan guru honorer, terhenti bukan karena perbedaan substansi, tetapi karena kegagalan perangkat dasar perkantoran.
Bukti “Sistem Rusak” yang Terwujud
Insiden printer rusak ini seakan menjadi penutup pahit dari serangkaian masalah yang dituntut massa aksi. Sebelumnya, para guru menuntut SK yang tak kunjung terbit dan sistem Dapodik yang terus-menerus error. Kini, kegagalan fasilitas kantor pemerintah menambah daftar panjang masalah yang dihadapi.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















