”Akhirnya nge-print di Sirandu, Mas,” tutup Hamu, merujuk pada salah satu wilayah di luar Pendopo.
Meskipun aksi ditutup dengan damai setelah dokumen kesepakatan berhasil ditandatangani, insiden printer rusak ini telah mengirimkan pesan yang tegas: jika fasilitas dasar birokrasi saja ambrol, bagaimana pemerintah daerah dapat memastikan kelancaran administrasi dan kepastian nasib bagi para pejuang pendidikan?
Kasus ini menyoroti perlunya audit tidak hanya pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

















