Jakarta, cminews.co.id : Ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Korea Selatan, Senin (6/10/2025), geruduk Kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jalan Letjend MT. Haryono Jakarta.

Ribuan CPMI datang dari berbagai daerah di Indonesia, mereka menggunakan armada bus, dan beberapa kendaraan pribadi, menggelar aksi damai di KP2MI dengan membawa tujuh tuntutan.

Koordinator aksi damai CPMI Korea Selatan, Azis Yuri dalam orasinya mengatakan kedatangan kami untuk menyuarakan keluhan para CPMI.

Dengan lantang Azis menyebut aksi damai ini membawa 7 tuntutan yang harus dijalankan oleh KP2MI.

“Ada tujuh tuntutan kami untuk KP2MI, pertama tentang penyerapan sektor service 2 dimana dalam sektor service 2 ada 4700 orang yang sudah lulus tetapi yang berangkat hanya hitungan jari”, ucapnya.

KP2MI juga dituntut menyelesaikan masalah roster atau waktu tunggu CPMI yang menumpuk. “Di medsos KP2MI menyebut bahwa dari tahun 2022 sampai 2025, KP2MI sudah memberangkatkan 35 ribu pekerja migran ke Korea Selatan, itu bohong”, imbuhnya.

“KP2MI dituntut lebih serius dalam menangani roster program Government to Government (G to G), jangan menghambat CPMI”, tegasnya.

Ia mengatakan, sejak dibentuknya KP2MI, Pak Menterinya belum pernah ke Korea Selatan. “Kami memohon supaya menteri P2MI untuk melaksanakan kunjungan dinas ke Korea Selatan, jangan melalui delegasi. Kita hanya butuh pekerjaan, tidak membutuhkan anggaran negara”, jelasnya.

KP2MI, lanjut Azis, harus berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Kemenlu, Kemenaker, Komisi IX DPR RI, dalam hal membahas permasalahan G to G Korea.

“Tuntutan kami yang terakhir KP2MI harus membentuk tim marketing di Korea Selatan, dengan memanfaatkan WNI yang kuliah disana untuk mendatangi pabrik pabrik di Korea supaya mempekerjakan CPMI. Tanpa marketing tidak akan terurai penumpukkan roster, selain itu, tuntutan dari kami adalah penambahan kuota”, tutupnya.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyapa dan menyampaikan kesiapan memenuhi tuntutan peserta aksi CPMI Korea. (Awan, cminews.co.id)

Berbagai poster atau spanduk yang dibawa peserta diantaranya bertuliskan, “Korban Roster di putusin Pacar Karena tak Terbang”, ada juga “Kerja di Negeri Sendiri Sulit, Masa Kerja di Korea Juga Dipersulit”, “Save CPMI G to G Korea”, “Demi Korea Aku Berjuang Sekeras Ayah dan Bersabar Sehebat Ibu”, “Benahi G to G Sepenuh Hati Please Jangan Gantungkan Nasib Kami”, dan masih banyak lagi spanduk yang bertuliskan rasa kekecewaan dan harapan.

Sedikitnya ada 15 orang perwakilan aksi damai diterima Menteri P2MI, Mukharudin, untuk melakukan audiensi.

Setelah melakukan audien, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menemui peserta aksi di halaman Kantor KP2MI.

“Terima kasih kepada perwakilan yang menyampaikan aspirasinya kepada kami Kementerian P2MI. Tadi di dalam, diskusi kami sangat konstruktif, sangat baik, dan saya menyambut baik aspirasi yang disampaikan, ini merupakan upaya kita bersama untuk memperbaiki persoalan G to G Korea”, ujar Menteri P2MI.

Menurut Menteri P2MI, pihaknya tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek atau roster saja, tetapi akan menyelesaikan prospek jangka panjang terkait kebijakan G to G.

“Setelah tadi pertemuan dengan perwakilan anak-anak semua, kita akan bicarakan hal-hal teknis dengan perwakilan yang tadi untuk membicarakan baik sisi kebijakan, maupun regulasi terkait G to G dengan Korea”, tambahnya.

Menteri P2MI juga mohon doa restu dan dukungannya kepada stakeholder terkait agar persoalan khususnya soal G to G dan roster ini bisa terselesaikan dengan koordinasi yang baik dengan Kementerian dan lembaga terkait di Indonesia, maupun kunjungan secara langsung di Korea.

“Yang jelas persoalan roster dan persoalan G to G menjadi prioritas utama yang harus saya selesaikan, untuk itu saya mohon dukungan dan kesabarannya. Saya juga mohon maaf jika selama ini ada kebijakan, atau sikap perilaku dan mungkin kurang respon terhadap permasalahan ini, sekali lagi saya mohon maaf”, pungkasnya.

Apresiasi terhadap jalanya penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh CPMI Korea di KP2MI, disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

“Aspirasi secara tertib aman, damai, kami mendoakan semoga aspirasi kalian yang sudah diterima langsung oleh Bapak Menteri dapat segera ditindak lanjuti. Mari kita berdoa bersama semoga apa yang awalnya kita baik ini, direstui oleh Tuhan, dijawab oleh Tuhan melalui Bapak Menteri dan aparaturnya. Mari kita sama-sama menjaga tertib lalu lintas dan tertib masyarakat yang lain. Terima kasih kalian adalah pahlawan aspirasi untuk membangun negara Indonesia, selamat kembali ke daerah masing-masing semoga selamat sampai tujuan”, pesan Kombes Nicolas.

Ribuan CPMI Korea dalam menggelar aksi damai di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara kompak memakai kemeja putih dan celana hitam, dengan hiasan pita warna biru untuk peserta dari wilayah Jawa Barat, pita warna merah peserta aksi dari Jawa Tengah, dan Jawa Timur pita warna hijau, serta pita warna kuning untuk peserta aksi dari luar Jawa. Pita tersebut terpasang di lengan kanan para peserta aksi damai. (*)