“Perbedaan debat pertama dan kedua, kalau dalam pertama, sebelum ditanyakan ada narasi baru kemudian muncul soal di bawah. Para paslon sepertinya agak kebingungan. Secara tema, kami tempatkan model berbeda didebat kedua ini, tadi disandingkan langsung pertanyaan soalnya, jadi para paslon tidak perlu berfikir lama”, ucapnya.

Menurut Weweng, pertanyaan yang disususn tidak keluar dari visi misi yang dirangkum dari 4 Paslon. Ada paslin yang menjawab sesuai basicnya, dan ada.yang diluar basicnya sehingga kesulitan menjawab”, imbuh Weweng.


















