CMI News — Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sekitar 8.000 karyawan global.

Langkah perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu memicu sorotan karena sebelumnya CEO Meta.

Mark Zuckerberg, sempat menyatakan AI tidak akan menggantikan manusia, melainkan meningkatkan produktivitas kerja.

Namun di saat bersamaan, Meta justru meningkatkan investasi AI hingga ratusan miliar dollar AS sambil memangkas ribuan tenaga kerja untuk efisiensi operasional.

Gelombang PHK dimulai dari Singapura sebelum meluas ke Amerika Serikat, Inggris, dan negara lain.

Sejumlah pegawai bahkan menerima e-mail pemecatan pada dini hari sesuai zona waktu masing-masing.

Meta disebut ingin membangun struktur perusahaan yang lebih ramping.

sekaligus mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI generatif, infrastruktur pusat data, dan teknologi Copilot berbasis AI.