CMI News – CEO Jensen Huang memberikan pandangan optimistis soal perkembangan kecerdasan buatan atau AI di tengah kekhawatiran gelombang PHK yang melanda banyak industri teknologi.

Dalam pidato wisuda di Carnegie Mellon University, Huang menyebut saat ini menjadi momen terbaik bagi lulusan baru untuk memulai karier.

Menurutnya, AI justru membuka peluang besar dan membantu lebih banyak orang menciptakan inovasi tanpa harus memiliki kemampuan teknis tingkat tinggi.

Bos Nvidia itu menilai AI mampu menutup kesenjangan teknologi sehingga generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun bisnis maupun karya digital.

Huang juga menyinggung perjalanan hidupnya saat membangun Nvidia pada awal era internet.

Ia melihat kondisi saat ini mirip dengan masa awal ledakan teknologi digital, ketika banyak peluang baru mulai bermunculan.

Meski begitu, perkembangan AI tetap memunculkan kecemasan di masyarakat.

Sejumlah perusahaan teknologi diketahui mulai memakai AI untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi jumlah karyawan.

Beberapa survei di Amerika Serikat juga menunjukkan banyak orang masih khawatir AI akan mengganggu stabilitas pekerjaan manusia di masa depan.

Fresh graduate bahkan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat karena perusahaan mulai mengadopsi sistem otomatisasi berbasis AI.

Walau situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, Huang tetap percaya generasi muda akan mendapat lebih banyak peluang baru selama mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI yang terus bergerak cepat.