
CMI News — Gelaran tahunan Semarang Night Carnival 2026 resmi dibatalkan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Semarang pada Sabtu (2/5) malam.
Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol tergenang air, sehingga acara tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
Meski demikian, rangkaian acara sempat dimulai dari kawasan Balai Kota Semarang dikutip dari jpnn Minggu, (3/5/2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, tetap membuka karnaval secara simbolis di tengah hujan dengan menabuh alat perkusi dari panggung yang telah disiapkan.
Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut antara lain Wakil Wali Kota Iswar Aminudin, perwakilan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, aparat kepolisian, serta pimpinan DPRD Kota Semarang.

Peserta pertama yang dilepas adalah drumben taruna dari Akademi Kepolisian Batalyon Bhayangkara Dharma.
Dalam kondisi hujan deras dan genangan air di sejumlah titik jalan, para taruna tetap melanjutkan penampilan hingga mencapai garis finis di kawasan Lapangan Simpang Lima.
Namun, tidak semua peserta dapat melanjutkan parade. Sekitar 700 peserta lain yang telah bersiap sejak siang hari termasuk perwakilan dari berbagai daerah dan 28 negara akhirnya batal tampil.
Hujan yang tidak kunjung reda menjadi faktor utama keputusan penghentian acara.
Pemerintah Kota Semarang pun secara resmi membatalkan sisa rangkaian kegiatan demi keselamatan peserta dan pengunjung.
Pembatalan ini menjadi salah satu dampak nyata dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir, sekaligus menjadi evaluasi bagi penyelenggaraan acara berskala besar di ruang terbuka.






