Cikarang, CMI News – Harga emas dunia kembali menguat, didorong optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang. Sentimen ini muncul setelah pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium tahunan Jackson Hole.

Harga emas spot naik hampir 1% menjadi US$ 3.371,86 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS menguat 1,1% di level US$ 3.418,5 per troy ons.

Dolar Melemah, Emas Semakin Menarik

Penguatan emas juga mendapat dorongan dari pelemahan dolar AS sekitar 1%, sehingga logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Dalam pidatonya, Powell menyoroti perubahan risiko ekonomi yang dapat membuka ruang bagi penyesuaian kebijakan moneter, meskipun belum memberikan sinyal pasti soal pemangkasan suku bunga. Ia menekankan kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melemah, sementara tekanan inflasi masih perlu diwaspadai.

“Pidato Powell mengejutkan pasar yang tengah cemas. Pernyataannya membuka peluang percepatan pemangkasan suku bunga September, yang mendorong kenaikan harga aset, termasuk emas,” kata analis logam mulia independen Tai Wong.

Wong menambahkan, harga emas berpotensi lebih kuat jika mampu menembus dan bertahan di atas level psikologis US$ 3.400 dalam beberapa hari ke depan.

Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga Meningkat

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September kini mencapai 85%, naik dari sebelumnya 75% sebelum pidato Powell. Pasar kini menunggu data ketenagakerjaan dan inflasi sebelum rapat The Fed pada 16-17 September.

Secara historis, emas berkinerja lebih baik saat suku bunga rendah karena tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga menjadi alternatif menarik dibandingkan aset berbunga.

Faktor Politik dan Permintaan Fisik

Selain faktor moneter, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook jika tidak mengundurkan diri, menambah tekanan politik terhadap bank sentral AS.

Sementara itu, permintaan emas fisik di Asia masih relatif lesu pekan ini, karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri. Namun di India, pembelian emas perhiasan mulai meningkat jelang musim festival.

Logam Mulia Lain Menguat

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan penguatan:

Perak naik 2,2% ke US$ 39,01 per ons

Platinum naik 0,7% ke US$ 1.362,90 per ons

Paladium menguat 1,4% ke US$ 1.125,53 per ons.