Cikarang, CMI News – Harga emas global kembali menorehkan rekor baru. Pada perdagangan Jumat (29/8), emas ditutup di level US$3.446,75 per troy ons, naik 0,9% dalam sehari. Dengan capaian ini, logam mulia resmi mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya di US$3.432,19 yang terjadi Juni lalu.
Kenaikan emas berlanjut empat hari berturut-turut dengan total penguatan 2,4%. Secara mingguan, harga emas melonjak 2,2%, sekaligus mencatat performa terbaik sejak akhir Juni 2025.
Inflasi AS Jadi Katalis
Lonjakan emas kali ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang sesuai ekspektasi pasar. Inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) – indikator yang menjadi acuan utama The Federal Reserve (The Fed) – tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.
Data yang inline ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan, pasar kini menilai ada probabilitas hampir 89% The Fed menurunkan suku bunga 25 basis poin pada rapat September, naik dari 85% sebelum data inflasi dirilis.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















