Cikarang, CMI News – Harga emas dunia tengah berada di persimpangan jalan. Pernyataan Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di simposium Jackson Hole memberi sinyal kuat bahwa bank sentral AS membuka ruang pemangkasan suku bunga.
Sinyal ini menjadi “senjata baru” bagi emas untuk kembali menguat. Namun, tantangan besar masih menanti: apakah harga emas mampu menembus dan bertahan di atas level psikologis US$3.400 per troy ons?
Emas Bergerak di Tengah Sinyal The Fed
Harga emas spot tercatat melemah tipis 0,11% ke level US$3.367,94 per troy ons. Sementara pada akhir pekan sebelumnya, Jumat (22/8), emas justru ditutup menguat 0,99% di posisi US$3.371,67 per troy ons.
Kenaikan Jumat lalu dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga pada September setelah Powell mengakui adanya risiko terhadap pasar tenaga kerja, meskipun inflasi masih menjadi perhatian. Pasar merespons positif, ditambah pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,92% ke level 97,72 – terendah sejak Juli 2025.
















