
Cikarang, CMI News – Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (20/8), terdorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga. Pasar kini fokus pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole, yang dinilai bisa menjadi penentu arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Harga emas spot tercatat naik 1% ke US$ 3.349,02 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak awal Agustus. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup lebih tinggi 0,9% di US$ 3.388,5 per troy ons.
Pelemahan dolar AS membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong kenaikan permintaan.
The Fed Jadi Sorotan Utama
Risalah rapat The Fed bulan Juli menunjukkan hanya dua pejabat—Michelle Bowman dan Christopher Waller—yang terbuka terhadap pemangkasan suku bunga. Namun, rilis data ketenagakerjaan AS setelah rapat tersebut memperlihatkan pelemahan, yang memperbesar ekspektasi perlambatan ekonomi.

Menurut analis logam independen Tai Wong, risalah tersebut “sudah ketinggalan zaman” karena tidak mencerminkan kondisi terbaru di pasar tenaga kerja.
Kini investor menunggu arah kebijakan dari pidato Jerome Powell di Jackson Hole pada Jumat (22/8). Analis RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai jika Powell memberi sinyal dovish, emas berpotensi menembus US$ 3.350 bahkan menguji kembali level US$ 3.400 per troy ons.
Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga
Alat CME FedWatch Tool memperkirakan peluang 83% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.
Sementara itu, Goldman Sachs tetap optimistis harga emas berpotensi menembus US$ 4.000 per troy ons pada pertengahan 2026, dengan beberapa faktor pendukung:
Pembelian emas oleh bank sentral global yang terus berlanjut.
Arus masuk investasi ke ETF emas jika The Fed melonggarkan kebijakan moneter.
Risiko resesi AS yang masih berada di kisaran 30% dalam 12 bulan mendatang.
Faktor Politik Ikut Berperan
Selain isu moneter, gejolak politik di AS juga mempengaruhi sentimen pasar. Presiden Donald Trump mendesak Gubernur The Fed Lisa Cook untuk mundur terkait polemik hipotek, yang menambah ketidakpastian kebijakan moneter di tengah tensi politik domestik.
Pergerakan Logam Mulia Lain
Harga logam mulia lainnya juga menunjukkan tren positif:
Perak naik 1,1% ke US$ 37,78 per ons.
Platinum melonjak 2,1% ke US$ 1.333,43 per ons.
Paladium stabil di US$ 1.115,15 per ons.








