Kelompok bearish menilai dolar AS bisa kembali menguat, sehingga menahan laju emas. Banyak trader bahkan membuka posisi short di kisaran harga tersebut.
Kelompok bullish justru percaya diri. Mereka berargumen pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta komentar beberapa pejabat The Fed – termasuk Michelle Bowman yang memberi sinyal tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025 – akan memperkuat tren kenaikan emas.
Faktor Risiko dan Sentimen Pasar
Meski secara teknikal emas telah naik 2,3% dalam sebulan terakhir, permintaan fisik di Asia, terutama India, masih cenderung lesu akibat volatilitas harga. Namun, menjelang musim festival di India, pembelian emas perhiasan diperkirakan meningkat dan bisa memberi dorongan tambahan.
Di sisi lain, ketidakpastian politik AS juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Komentar Presiden Donald Trump yang mengancam akan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook menambah ketidakpastian arah kebijakan moneter.
















