
Cilacap, cminews.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Cilacap, menyalurkan bantuan air bersih di Desa Mentasan Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap, Minggu (11/10).
Bakti sosial ini digelar melihat dampak Kekeringan yang melanda khususnya di wilayah Kawunganten Desa Mentasan, seperti disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Cilacap, Susilo.
Menurutnya, Baksos DPD LDII Kabupaten Cilacap, bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LDII Kawunganten dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Mentasan.
“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk kepedulian LDII untuk bangsa. Saat ini saudara kita di Kawunganten sungguh sangat prihatin karena kekurangan air bersih dampak kemarau panjang”, ujarnya.
Ia menyebut, dalam struktural LDII ada bagian yang disebut Pengabdian Masyarakat (Penmas) yang punya tupoksi untuk melakukan hal yang semacam ini.


“LDII tidak hanya dakwah bilisani atau berceramah ada juga dakwah yang dikerjakan dengan kerja nyata yang di rasakan oleh masyarakat”, imbuhnya.
Susilo berharap, mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya warga Desa Mentasan.
“Untuk air bersih kali ini total 20 ribu liter atau 5 tanki untuk masyarakat, dan dalam waktu dekat kami akan menyusun kembali untuk wilayah terdampak kekeringan lain di Kabupaten Cilacap. Prinsip kami, sekecil apapun kegiatan yang kita lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat”, tutupnya.
Ia mengatakan, Baksos DPD LDII selain pendistribusian air bersih, juga saat Ramadan ada pembagian takjil, selanjutnya berada di daerah bencana dan membantu petugas di lapangan waktu itu di Desa Cibeunying Majenang, dan pada Hari Kemerdekaan ke-81 RI 17 Agustus yang lalu LDII juga membagikan bendera kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Mentasan, Maryono, merasa bersyukur dan mengapreasiasi kepada LDII dalam pendistribusian bantuan air bersih.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah Desa Mentasan kami mengucapkan terima kasih atas distribusi air bersih yang ditujukan untuk warga kami”, katanya.
Kekeringan di Desa Mentasan, menurut Kades sudah berlangsung sekitar enam bulan dan tiga bulan terakhir benar-benar merasa dampak kekeringan.
“Selama kekeringan ini, beberapa bantuan air bersih sudah banyak yang kami terima, antara lain BPBD, PMI, Lazis Mu, Lazis NU, dan kali ini dari LDII”, ucapnya.
Maryono berharap kedepannya untuk mengantisipasi kemarau pada tahun berikutnya, saya minta kepada pemerintah atau dinas terkait untuk membuatkan sumur bor di wilayah Desa Mentasan. (*)








