Cminews.co.id — Masyarakat yang ingin mengecek data penerima bantuan sosial pada Oktober 2026 dapat mengakses layanan Cek Bansos Kementerian Sosial melalui ponsel. Pencarian dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.

Berdasarkan laman resmi cekbansos.kemensos.go.id yang diakses pada Sabtu (10/10/2026), pengguna diminta memasukkan NIK 16 digit dan kode verifikasi, kemudian menekan tombol “Cari Data”.

Laman tersebut mencantumkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber data. Masyarakat juga dapat mengetahui penjelasan mengenai kelompok kesejahteraan keluarga atau desil yang digunakan untuk menentukan sasaran bantuan sosial.

Panduan pengecekan ini bukan pengumuman bahwa bantuan telah cair pada Oktober 2026. Informasi penerima perlu dibedakan dari kepastian dana sudah diterima.

Cara Cek Penerima Bansos Menggunakan NIK KTP

Berikut langkah pengecekan melalui situs resmi Kemensos:

1. Buka https://cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban di ponsel atau komputer.
2. Masukkan NIK 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
3. Ketikkan huruf kode verifikasi yang ditampilkan.
4. Jika kode kurang jelas, tekan ikon pembaruan untuk memperoleh kode baru.
5. Klik tombol “Cari Data”, kemudian periksa hasil pencarian yang muncul.

Pastikan NIK diketik dengan benar sebelum menjalankan pencarian.

Memahami Desil dalam Data Bansos

Menurut penjelasan pada situs Cek Bansos, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Penilaiannya mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset.

Terdapat 10 kelompok desil, masing-masing mencakup 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok tertinggi.

Kemensos menjelaskan bahwa keluarga dalam desil 1 hingga 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako.

Keterangan “dapat diusulkan” tersebut tidak berarti seluruh keluarga dalam kelompok itu otomatis menerima bantuan.

Bagaimana Jika Data Tidak Sesuai?

Desil bersifat dinamis. Apabila data tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui aplikasi Cek Bansos.

Pengajuan perlu disertai data yang menggambarkan kondisi nyata keluarga. Menurut keterangan pada laman Kemensos, desil selanjutnya dihitung ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara periodik.

Untuk melakukan pengecekan, masyarakat sebaiknya mengetik langsung alamat situs resmi Kemensos. Jangan membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak yang menawarkan bantuan pencairan bansos.