Pemalang, CMI News – Dalam upaya meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengadakan Festival Literasi, sebuah acara yang dirancang untuk mempromosikan pentingnya membaca dan menulis sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Festival ini diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Kridanggo selama 6 hari di mulai sejak tanggal 1 hingga 6 Oktober 2024 mendatang.

Baca Juga : Pjs Bupati Pantau Kondisi Banjir Rob di Pemalang

Hal ini bertujuan, untuk memberikan ruang bagi masyarakat. Terutama generasi muda, agar lebih dekat dengan dunia literasi serta mendorong mereka untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

” Ini merupakan salah satu upaya nyata dalam rangka mendorong peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat,” ujar Agung Hariyadi Pjs Bupati Pemalang.

Agung menyampaikan bahwa ketersediaan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkualitas, baik dari segi keilmuan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sangatlah dibutuhkan dalam membangun bangsa.

“Hal ini agar pembangunan yang dilaksanakan akan berdampak positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” kata Agung.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pemalang, Tantri Ari Cahyaningtyas, menjelaskan bahwa gedung layanan perpustakaan umum saat ini sedang dalam tahap pembangunan, sehingga untuk sementara waktu layanan perpustakaan umum dialihkan ke eks gedung paripurna DPRD Kabupaten Pemalang yang berlokasi di Jalan Surohadikusumo.

Tantri Ari juga menyampaikan bahwa kegiatan pameran buku terakhir kali diadakan pada tahun 2019, dan baru kembali diadakan pada tahun 2024 ini. Festival Literasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di Kabupaten Pemalang.

 

Festival Literasi sebagai Wadah Edukasi dan Hiburan

Festival Literasi Pemalang ini dirancang tidak hanya sebagai acara formal, tetapi juga sebagai wahana yang menggabungkan edukasi dengan hiburan. Beragam kegiatan dihadirkan, seperti pameran buku, diskusi bersama penulis, lomba menulis, storytelling, hingga workshop tentang kepenulisan dan penerbitan.

Dengan adanya kegiatan yang variatif, diharapkan semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, dapat menikmati festival ini sesuai dengan minat dan usianya.

Pentingnya Literasi di Era Digital

Di tengah era digital yang semakin berkembang, minat baca buku fisik cenderung menurun akibat maraknya penggunaan teknologi dan media sosial. Namun, literasi tidak hanya terbatas pada membaca buku fisik, tetapi juga meliputi kemampuan untuk memahami berbagai bentuk informasi yang tersedia di berbagai platform, baik cetak maupun digital.

Festival Literasi Pemalang mencoba merangkul kedua aspek ini, dengan menghadirkan teknologi digital yang mendukung pembelajaran dan literasi. Misalnya, dalam festival ini juga diperkenalkan perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses buku secara daring.

Selain itu, beberapa pembicara dalam diskusi panel membahas pentingnya memahami konten digital secara kritis, agar generasi muda tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan atau hoaks.

” Seorang peserta diskusi panel, seorang penulis muda dari Pemalang, menyampaikan pandangannya, “Di zaman sekarang, kita tidak bisa menghindari teknologi, tapi kita harus tahu cara menggunakannya dengan bijak. Literasi digital sangat penting agar kita bisa memfilter informasi yang valid dan bermanfaat.”

Pemerintah Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk mengikutsertakan siswa-siswi dalam acara ini. Kepala sekolah dari salah satu SMP yang hadir menyatakan, “Festival ini menjadi angin segar bagi anak-anak kami.

Mereka sangat antusias mengikuti lomba bercerita, dan kami berharap semangat mereka dalam membaca akan terus tumbuh setelah acara ini.”

Festival ini tidak hanya bertujuan untuk menyelenggarakan acara literasi sesaat, tetapi juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk menguatkan gerakan literasi di Pemalang secara berkelanjutan. Pemerintah daerah berencana untuk mengadakan program-program literasi secara berkala, termasuk penyediaan perpustakaan keliling dan peningkatan fasilitas perpustakaan umum.

Festival Literasi yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang menjadi langkah nyata dalam membangun dan meningkatkan budaya baca di masyarakat. Dengan adanya acara ini, diharapkan minat baca masyarakat, terutama generasi muda, dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Membaca bukan hanya membuka jendela dunia, tetapi juga menjadi landasan penting bagi perkembangan intelektual dan sosial masyarakat di era modern ini.

Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi untuk langkah-langkah literasi selanjutnya, dan Pemalang bisa menjadi contoh daerah yang sukses dalam memajukan literasi warganya.