CMI News — Industri restoran cepat saji mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menangani layanan drive-thru.

Teknologi ini perlahan menggantikan proses pemesanan manual yang selama ini dilakukan pegawai.

McDonald’s menjadi salah satu perusahaan pertama yang menguji chatbot suara berbasis AI di layanan drive-thru.

Uji coba tersebut mulai berlangsung sejak 2021 di beberapa gerai wilayah Chicago, Amerika Serikat.

Perusahaan kemudian menggandeng IBM untuk meningkatkan kemampuan sistem AI mereka.

Teknologi itu dirancang agar mampu memahami pesanan pelanggan dengan lebih cepat dan akurat.

AI di layanan drive-thru harus menghadapi berbagai tantangan.

Sistem perlu mengenali suara kendaraan, aksen pelanggan, hingga perubahan pesanan yang sering terjadi di tengah percakapan.

Meski begitu, restoran cepat saji tetap tertarik memakai teknologi tersebut karena dapat mempercepat antrean dan meningkatkan efisiensi operasional.

Wendy’s menjadi salah satu perusahaan yang ikut mengembangkan layanan serupa. Restoran tersebut mulai memperluas penggunaan asisten suara AI di sejumlah gerainya.

Bagi industri restoran cepat saji, memangkas waktu pemesanan beberapa detik saja bisa meningkatkan pendapatan harian secara signifikan.

Namun, teknologi AI masih memiliki banyak kekurangan. Beberapa pelanggan mengaku sistem sering salah memahami pesanan, terutama saat pelanggan meminta menu khusus atau mengganti pesanan secara mendadak.

Sejumlah video viral di media sosial bahkan menunjukkan chatbot AI menambahkan menu yang tidak diminta pelanggan.

Kondisi tersebut membuat banyak pihak menilai AI belum sepenuhnya siap menggantikan peran manusia di layanan drive-thru restoran cepat saji.