
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Surya Muhammadiyah di UMP. Wujudkan pendidikan inklusif tanpa batas
Banyumas, cminews.co.id : Tonggak sejarah perluasan akses pendidikan non formal khususnya bagi anak putus sekolah dan penyandang disabilitas ditorehkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas dengan launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Sebagai tuan rumah penyelenggara, UMP menyambut baik inisiatif pendidikan inklusif ini. Rektor UMP Prof Jebul Suroso yang di wakili oleh Wakil Rektor 3 UMP Ikhsan Mujahid, menyampaikan rasa terima kasih dan ucapan selamat datang kepada undangan dan peserta didik baru.
“Selamat datang di UMP, kami sangat mengapresiasi dan mendoakan agar kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas berjalan dengan lancar dan sukses”, ujarnya, Minggu (9/8).

Sementara itu, Ketua PDM Banyumas, M. Djohar, memaparkan bahwa saat ini telah berdiri 25 PKBM Surya Muhammadiyah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Banyumas.
Ia menyebut, bahwa PKBM ini tidak hanya menyasar pada anak putus sekolah secara reguler, tetapi juga merangkul kelompok disabilitas baik disabilitas mental, fisik, maupun intelektual melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas inklusif.

“Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat rajin belajar supaya hebat. Kita manfaatkan seluruh aset Muhammadiyah mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan untuk mendukung pendidikan. Intinya tidak ada alasan untuk tidak sekolah”, tegas Ketua PDM Banyumas.
Pemkab Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap langkah PDM Banyumas yang turut serta membantu pemerintah dalam menuntaskan angka putus sekolah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banyumas, hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
“Pemkab Banyumas sangat mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah, kolaborasi melalui PKBM ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas tanpa kecuali mendapat hak pendidikan”, kata Bupati Banyumas.
Apresiasi dan dukungan juga disuarakan oleh kalangan legislatif, diantaranya Bintang Romadhon, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari faksi PAN Banyumas Cilacap, yang menyoroti rekam jejak persyarikatan dalam mencerdaskan bangsa.
“Apresiasi setinggi tingginya kami berikan kepada Muhammadiyah atas inisiatif luar biasa ini. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia hingga hari ini, Muhammadiyah telah secara konsisten membuktikan peran sebagai organisasi yang fokus dan berdedikasi tinggi pada kemajuan dunia pendidikan di Indonesia”, ucap Anggota DPRD Provinsi Jateng.
Langkah PKBM Surya Muhammadiyah, lanjut Bintang Romadhon, dalam merangkul ratusan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan bentuk nyata sinergi masyarakat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Banyumas.
“Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial agar tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan”, imbuhnya .
Launching PKBM Surya Muhammadiyah di UMP selain dihadiri Rektor UMP yang diwakili Wakil Rektor 3, Bupati Banyumas, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, juga hadir Direktur PNFI Kemendikdasmen RI, I Gusti Made Ardana serta tokoh masyarakat setempat.
Penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan siswa termasuk perwakilan disabilitas menandai penutupan peluncuran MPLS di UMP. Dengan beroperasinya puluhan PKBM Surya Muhammadiyah, diharapkan wajah pendidikan di Kabupaten Banyumas akan semakin inklusif merata dan berkemajuan. (*)









