
Yogyakarta, cminews.co.id – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) asal Sudan menorehkan prestasi dalam Festival Internasional Berbahasa dan Budaya Indonesia (FIBBI): Sapa Nusantara yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM). Keduanya berhasil meraih penghargaan dalam lomba cipta pantun yang digelar pada 22 Agustus 2026 di FIB UGM, menunjukkan kemampuan mahasiswa asing dalam mengolah bahasa Indonesia sekaligus memahami nilai-nilai budaya Indonesia.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Abdalghali Abdallah Mohammed Abdallah dan Eltayeb Damra Eltayeb Eltoum. Abdalghali berhasil meraih penghargaan Terfavorit melalui karya berjudul Nilai-Nilai Keindonesiaan. Sementara itu, Eltayeb meraih Juara III melalui karya berjudul Kuliner.
Capaian tersebut menjadi semakin menarik karena lomba FIBBI memang secara khusus memberikan ruang bagi warga negara asing untuk mengekspresikan pengalaman, pemikiran, dan apresiasi terhadap Indonesia melalui kemampuan berbahasa Indonesia. Dalam pedoman penyelenggaraannya, lomba pantun mengangkat tema budaya, alam, kuliner, dan nilai-nilai keindonesiaan. Peserta diwajibkan menyajikan sedikitnya lima pantun dalam bentuk video dengan struktur pantun Indonesia.
Kepala Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa sebelum mengikuti perlombaan, Abdalghali dan Eltayeb menjalani persiapan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Proses latihan dilakukan dengan pendampingan para pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMP.
“Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada pemahaman struktur pantun, ketepatan penggunaan kosakata, penghayatan makna, serta cara menyampaikan pantun secara komunikatif. Proses latihan yang dilakukan secara intensif menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kedua mahasiswa untuk berkompetisi menggunakan bahasa Indonesia di tingkat internasional,” jelas Titik.


Lebih lanjut, perjalanan keduanya di FIBBI juga menunjukkan perkembangan yang konsisten. Dalam pengumuman finalis yang diterbitkan FIB UGM, Abdalghali dan Eltayeb tercatat sebagai dua finalis lomba pantun. Abdalghali membawa karya berjudul Nilai-Nilai Keindonesiaan, sedangkan Eltayeb mengusung karya bertema kuliner.
Bagi Eltayeb, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat membawa nama UMP sekaligus Sudan dalam ajang yang mempertemukan peserta dengan latar belakang internasional.
“Kami sangat bangga bisa menjadi perwakilan UMP dan Sudan dalam kegiatan ini,” kata Eltayeb.
Sementara itu, Abdalghali mengaku senang dapat mengikuti kompetisi sekaligus memperoleh pengalaman baru selama prosesnya.
“Kami senang karena kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kami dan sekaligus menambah torehan prestasi selama belajar di UMP,” ujar Abdalghali.
Prestasi Abdalghali dan Eltayeb menjadi gambaran bahwa pembelajaran BIPA dapat membuka ruang bagi mahasiswa internasional untuk tidak hanya mempelajari bahasa Indonesia secara akademik, tetapi juga menggunakannya sebagai sarana untuk berinteraksi dan mengekspresikan pemahaman terhadap budaya Indonesia. (*).








