
Pemalang, CMI News – Warga Dusun Cengis Desa [ez-toc]Sewaka, Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah, resah dengan kondisi jalan desa mereka ceceran sampah dan bau akibat puluhan truk sampah yang sering melintas beberapa hari ini.
Sampah dari truk sampah tersebut berceceran di jalan dan menimbulkan bau busuk yang menyengat, sehingga mengganggu kenyamanan warga dan dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit.
Keluhan ini pun tak hanya di lingkungan warga desa sekitar saja. Namun juga diunggah oleh akun @Tri dimedia sosial group FB Sedulurane Warga Sewaka.

“Trek sampah lewat Cengis donge buange Nang ndi s…., Mambune Sreng2n, sampahe pada mawur mohon kango aparat terkait dikondisikan” Tulis Caption unggahan akun FB @Tri.
Menurut warga, Cengis Desa Sewaka Surip, mengatakan ” Truk sampah yang mengangkut sampah dari desa lain sudah dua hari ini melewati jalan desa Cengis Sewaka tanpa menutup bak sampahnya dengan benar. Hal ini menyebabkan sampah berserakan di jalan dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Dua hari ini, pada Senin (9/7) kok tiba-tiba banyak Truk Sampah Lewat sini mau dibuang kemana. Sampahnya pun berceceran depan SD tadi ada, dan baunya menyengat. Tegasnya
Menurutnya kalau sampah dibuangnya di samping Tol itu, baunya pasti sampai kesini, saat ini pun masyarakat sudah merasakan bau.
Siap juga menyampaikan buang sampah jangan disitu, semisal dulu buangnya dimana dan dibetulkan saja ditempat yang dulu.
Dia bersama warga lainnya Desa Sewaka, menyatakan akan melaporkan kepada kepala desa terkait keberadaan truk-truk pengangkut sampah yang melewati jalan di depan rumahnya. Ia mengungkapkan kekesalannya pada Selasa sore.
“Sudah dua hari ini puluhan truk bermuatan sampah melewati jalan di desa kami. Jika besok masih ada lagi, saya tidak akan segan-segan melaporkannya kepada kepala desa, baik secara pribadi maupun secara rombongan,” ungkap Surip. Pada Selasa (9/7/2024) Sore.
Menurut Surip, keberadaan truk-truk sampah ini menyebabkan bau menyengat yang sangat mengganggu warga sekitar.
Ia menambahkan bahwa seharusnya sampah-sampah tersebut dibuang di tempat pembuangan sampah resmi, bukan di area yang dekat dengan pemukiman warga.
“Pembuangan sampah itu berada di sebelah selatan jalan tol, di area Dusun Kranggan,” jelas Surip, 74 tahun, yang berprofesi sebagai tukang tambal ban.
“Padahal di sebelah utara tol itu ada SD 1, jadi saya khawatir bau busuk ini akan berdampak pada siswa-siswa di sana dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.”
Surip juga menyoroti bahwa lokasi pembuangan sampah tersebut dulunya adalah sawah yang kini telah dibangun tanggul-tanggul untuk dijadikan tempat pembuangan sampah.
Ia terkejut melihat truk-truk sampah melewati desanya selama dua hari terakhir, terutama karena mereka beroperasi dari pukul 09.00 pagi hingga 04.00 sore.
“Selain bau menyengat, air yang tumpah dari bak truk juga sangat mengganggu. Saya juga keberatan jika sampah di pembuangan sementara ini menumpuk seperti gunung,” tambahnya.
Kekhawatiran Surip dan warga lainnya bukan hanya soal bau, tetapi juga potensi kecelakaan karena jalan sempit yang sering dilalui anak-anak.
Bersama warga lainnya, Surip telah berdiskusi mengenai keberatan mereka dan merencanakan untuk melaporkan situasi ini kepada kepala desa sesegera mungkin.
“Saya hanya ingin tahu tujuan pemerintah menampung sampah di tempat tersebut, apakah akan diolah atau hanya dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.
“Kami mohon kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini. Kami ingin hidup dengan nyaman dan sehat,” ujar warga lainnya. (Tim)








