cminews.co.id – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, menyoroti berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi Kota Bekasi.

Menurutnya, komitmen menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman membutuhkan langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

“Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ini harus menjadi pengingat bersama bahwa kualitas pendidikan harus terus diperbaiki demi masa depan generasi muda,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Dr. Evi menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, terutama terkait ketimpangan akses pendidikan. Ia menyoroti masih adanya anak-anak yang terhambat memperoleh pendidikan akibat faktor ekonomi maupun keterbatasan akses menuju sekolah.

Karena itu, ia mendorong penguatan berbagai program pendukung seperti sistem zonasi yang lebih efektif, pemberian beasiswa, hingga pengembangan sekolah terbuka agar seluruh anak di Kota Bekasi memperoleh hak pendidikan secara setara.

Selain persoalan akses, Dr. Evi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sehingga dukungan terhadap kompetensi dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas pemerintah.

Ia meminta percepatan program sertifikasi guru, perluasan pelatihan berbasis digital, serta pembenahan skema tambahan penghasilan pegawai (TPP), khususnya bagi guru honorer.

“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan mereka harus mendapat perhatian yang serius,” katanya.

Tak hanya itu, Dr. Evi turut menyoroti kesiapan sarana pendidikan menghadapi era digital. Ia menilai fasilitas seperti perpustakaan digital, laboratorium komputer, akses internet berkecepatan tinggi, hingga ruang kelas interaktif perlu menjadi standar baru dalam sistem pendidikan modern.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur pendidikan menjadi faktor penting agar pelajar di Kota Bekasi mampu beradaptasi dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Di akhir pernyataannya, Dr. Evi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih maju dan inklusif. Ia menegaskan DPRD Kota Bekasi siap mengawal dukungan anggaran pendidikan, namun keberhasilan pembangunan sektor pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan orang tua murid.

Bagi Dr. Evi, Hardiknas 2026 menjadi tolok ukur keseriusan seluruh pihak dalam membangun masa depan pendidikan Kota Bekasi yang lebih baik dan berdaya saing. (adv)