Kondisi ini memicu kekhawatiran dikalangan warga Pemalang, penumpukan sampah yang tidak segera diatasi akan membuat Kabupaten Pemalang menjadi kotor dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
Ketidakjelasan ini semakin memperparah situasi, membuat masyarakat bertanya-tanya bagaimana nasib sampah yang semakin menumpuk dan mencemari lingkungan.
Permasalahan sampah ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.
Masyarakat Pemalang berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis sampah ini dengan cara yang efektif dan berkelanjutan.
Solusi yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah Pemalang dari kondisi yang semakin kumuh dan penuh penyakit.
Dengan penanganan yang tepat, diharapkan Kabupaten Pemalang dapat segera keluar dari kondisi darurat ini dan kembali menjadi daerah yang bersih, nyaman, dan sehat untuk ditinggali.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum CMI, Jabidi,S.Kom, pun angkat bicara. Dia mengatakan ” Seharusnya pemerintah daerah segera mengambil solusi terkait dengan sampah waktu tegang penutupan Pesalakan cukup lama.”
Menurutnya hal ini, merupakan kegagalan Pemerintah atau pihak-pihak terkait. Dalam sosialisasi pembangunan TPA dan TPST mendapatkan penolakan di masyarakat.
Sehingga berdampak sampai saat ini, mungkin pemerintah lamban mengambil langkah atau solusi. Padahal banyak di Pemalang yang mempunyai gelar M. Ling, akan tetapi hal ini tidak menyelesaikan masalah.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















