Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Cerpen

RUMAH YANG DIRINDU

×

RUMAH YANG DIRINDU

Sebarkan artikel ini
RUMAH YANG DIRINDU: DOA IBU
RUMAH YANG DIRINDU: DOA IBU

RUANG RINDU (Epilog)

Tulisan ini adalah sebuah pengingat:

  • Untuk Rani, yang baru berusia 15 tahun dan masih harus banyak belajar.

  • Untuk Ayah, yang hanya ingin anaknya menjaga lisan dan ucapan.

  • Untuk Ibu, yang memendam api dalam sekam selama setahun lebih, namun tetap mendoakan.

Doa ibu adalah ruang rindu. Tempat seorang anak pulang, bukan hanya dengan tubuh, melainkan dengan hati yang tunduk. Ruh dan jasad tidak bisa dipisahkan; menghormati ruh berarti menjaga hati dari kesombongan, dan menyayangi jasad berarti menjaga diri dari jurang kenistaan. Naudzubillahimindzalik.

Kini Rani sudah membaik. Malam ini, ia dan Ibu tertidur pulas. Ayah tetap terjaga, menemani kedua permatanya. Karena rumah yang dirindu bukan sekadar dinding dan atap, tapi pelukan ibu yang menghangatkan, doa ayah yang menguatkan, dan maaf yang menyembuhkan.

Dan di ruang rindu itu, doa ibu akan selalu menanti.

— TAMAT —





















banner
error:
Verified by MonsterInsights