Keajaiban Maaf
Keajaiban tidak datang dari obat saja. Setelah Rani menangis meminta maaf, setelah kata-kata itu keluar dari hati yang remuk: “Bu, maafkan Rani. Rani salah. Rani durhaka…”
Ibu memeluknya lama, lalu berbisik, “Ibu maafkan. Ibu rida.”
Seketika itu juga, demam Rani turun dan napasnya kembali tenang. Kunci gerbang rezeki seolah terbuka kembali dengan kelapangan jiwa. Ayah menatap Rani dan berkata lirih:
“Nak, jangan pernah lupakan siapa yang berdoa untukmu saat kau bahkan belum bisa berdoa untuk dirimu sendiri. Rida ibu adalah rida Tuhan. Murka ibu adalah murka Tuhan.”
Ketika hujan reda, cahaya pagi menyusup ke kamar, menyentuh wajah Rani yang mulai bersemu. Harapan yang selama ini terkunci, kini terbuka kembali.












