Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Cerpen

RUMAH YANG DIRINDU

×

RUMAH YANG DIRINDU

Sebarkan artikel ini
RUMAH YANG DIRINDU: DOA IBU
RUMAH YANG DIRINDU: DOA IBU

Keajaiban Maaf

Keajaiban tidak datang dari obat saja. Setelah Rani menangis meminta maaf, setelah kata-kata itu keluar dari hati yang remuk: “Bu, maafkan Rani. Rani salah. Rani durhaka…”

Ibu memeluknya lama, lalu berbisik, “Ibu maafkan. Ibu rida.”

Seketika itu juga, demam Rani turun dan napasnya kembali tenang. Kunci gerbang rezeki seolah terbuka kembali dengan kelapangan jiwa. Ayah menatap Rani dan berkata lirih:

“Nak, jangan pernah lupakan siapa yang berdoa untukmu saat kau bahkan belum bisa berdoa untuk dirimu sendiri. Rida ibu adalah rida Tuhan. Murka ibu adalah murka Tuhan.”

Ketika hujan reda, cahaya pagi menyusup ke kamar, menyentuh wajah Rani yang mulai bersemu. Harapan yang selama ini terkunci, kini terbuka kembali.






















banner
error:
Verified by MonsterInsights