Dokter dan perawat RSHS tidak ada yang memukul dan menganiaya. Menurut dokter dan perawat, sempat dari keluarga pasien mencari gunting untuk tindakan kekerasan lain. Dengan melihat foto kondisi baju dokter itu sudah compang camping itu, jadi yang di gigit satu dokter dan satu perawat.
Pihak RS Harapan Sehat Lapor Polisi
Ditambahkan kuasa hukum Ahmad Soleh, menuturkan bahwa dokter dan perawat setelah kejadian beberapa saat telah melakukan visum dan satu harinya melakukan pelaporkan kepada Polres.
Sebelumnya diberitakan, Sebuah gejolak melanda dunia medis Pemalang setelah Rumah Sakit Harapan Sehat digugat atas dugaan malpraktek yang berakibat fatal bagi salah satu pasiennya. Kuasa hukum korban, Imam Subiyanto SH.MH.CPM, melayangkan tuntutan hukum kepada pihak rumah sakit, menuntut keadilan atas perlakuan yang dianggap lalai dan membahayakan.
Menurut Imam Subiyanto SH.MH.CPM, kliennya MA kedua orangtuanya mengalami serangkaian komplikasi dan kelalaian medis selama dirawat di RS Harapan Sehat. Hal ini mengakibatkan kondisi PZ memburuk dan ultimately leading to their death.
Dugaan kelalaian dan kecerobohan dilakukan oleh oknum dokter/perawat jaga pihak Rumah Sakit Harapan Sehat Pemalang, sehingga mengakibatkan seorang anak perempuan berinisial PZ berusia 12 tahun meninggal dunia, pada hari minggu tanggal 7 April 2024.
Saat ini keluarga korban didampingi kuasa hukum dari kantor hukum Putra Pratama oleh Imam Subiyanto SH.MH.CPM dan Rekan melaporkan Rumah Sakit Harapan Sehat Pelutan Pemalang ke Polres Pemalang, pada Kamis,(18/4/2024) sore.
Pasalnya, atas kecerobohan dan kelalaiannya atau masuk dalam katagori pihak rumah sakit yang diduga (Malpraktek) sehingga mengakibatkan anak tersebut meninggal dunia.



















