Soal Rujukan Pasien
Memang pada saat itu, kondisi pasien naik turun. Sehingga kami sempat melakukan proses rujuk, yang mana kami mencoba menghubungi rumah sakit di sekitar Pemalang. Namun pada saat itu kondisi rumah sakit sedang penuh. Jelas Septian kepada wartawan saat Konferensi Pers di ruang Aula Rs Harapan Sehat, pada Minggu (21/4/2023) siang.
Pihaknya (RSHS) melakukan rujukan ke rumah sakit lain, yang ada kamar ICU untuk anak serta ada fasilitas Cityscan. Tetapi di rumah sakit di sekitar Pemalang sudah penuh, dan kami mencoba ke Rs. Margono Purwokerto.
Setelah menjalin komunikasi dan mengirimkan data dan sebagainya, pihak rumah sakit Margono sudah menyetujui untuk dilakukan rujukan kepada pasien kami. tandas Septian Humas RSHS Pemalang
Akan tetapi pihak keluarga pasien meminta untuk di lakukan tujukan di sekitar Pemalang atau Tegal. Tak hanya itu, keluarga pasien juga APS atau pulang paksa.
Pihak RSHS juga menerangkan bahwa melakukan APS pihaknya tidak bertanggungjawab setelah penanda tanganan persetujuan tersebut. Jelas Humas
Diagnosa Pasien
Diagnosa pasien pihak rumah sakit RSHS, curiga bahwa pasien terkena “Radang Selaput Otak”. Maka dari itu, kami membutuhkan rumah sakit, merujuk kerumah sakit khusus yang mempunyai kamar perawatan ICU dan Cityscannya.
Dugaan Penganiayaan Keluarga Pasien
Kuasa hukum RSHS Pemalang menjelaskan ” Setelah di konfirmasi kepada tenaga medis, justru dari pihak dokter dan perawat yang dipukul oleh pihak keluarga.”
Justru ada Dokter dan perawat tangannya di gigit oleh keluarga (Ibu) pasien. Mungkin dugaannya pada saat menggigit giginya patah, yang jelas ada penganiayaan dari pada keluarga pasien terhadap dokter dan perawat yang mana itu sudah kami laporkan di pihak kepolisian. kata Ahmad Soleh, SH, MH. kuasa hukum RSHS Pemalang



















