Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Nasional

Ribuan CPMI Korea Selatan Geruduk Kantor KP2MI ini Tuntutannya

×

Ribuan CPMI Korea Selatan Geruduk Kantor KP2MI ini Tuntutannya

Sebarkan artikel ini

Ia mengatakan, sejak dibentuknya KP2MI, Pak Menterinya belum pernah ke Korea Selatan. “Kami memohon supaya menteri P2MI untuk melaksanakan kunjungan dinas ke Korea Selatan, jangan melalui delegasi. Kita hanya butuh pekerjaan, tidak membutuhkan anggaran negara”, jelasnya.

KP2MI, lanjut Azis, harus berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Kemenlu, Kemenaker, Komisi IX DPR RI, dalam hal membahas permasalahan G to G Korea.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Tuntutan kami yang terakhir KP2MI harus membentuk tim marketing di Korea Selatan, dengan memanfaatkan WNI yang kuliah disana untuk mendatangi pabrik pabrik di Korea supaya mempekerjakan CPMI. Tanpa marketing tidak akan terurai penumpukkan roster, selain itu, tuntutan dari kami adalah penambahan kuota”, tutupnya.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyapa dan menyampaikan kesiapan memenuhi tuntutan peserta aksi CPMI Korea. (Awan, cminews.co.id)

Berbagai poster atau spanduk yang dibawa peserta diantaranya bertuliskan, “Korban Roster di putusin Pacar Karena tak Terbang”, ada juga “Kerja di Negeri Sendiri Sulit, Masa Kerja di Korea Juga Dipersulit”, “Save CPMI G to G Korea”, “Demi Korea Aku Berjuang Sekeras Ayah dan Bersabar Sehebat Ibu”, “Benahi G to G Sepenuh Hati Please Jangan Gantungkan Nasib Kami”, dan masih banyak lagi spanduk yang bertuliskan rasa kekecewaan dan harapan.

Sedikitnya ada 15 orang perwakilan aksi damai diterima Menteri P2MI, Mukharudin, untuk melakukan audiensi.

Setelah melakukan audien, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menemui peserta aksi di halaman Kantor KP2MI.









error:
Verified by MonsterInsights