YOGYAKARTA – CMI News : Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Lembaga Bahasa Korea di Indonesia (Pelbakori), Mohamad Rosidi, mengatakan minat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan sangat besar, hal tersebut disampaikan Mohamad Rosidi atau Didi dalam Seminar dan Workshop Pelbakori di UGM Yogyakarta, Minggu (23/2/2025).

Seminar dan workshop yang diikuti oleh seluruh anggota Pelbakori tersebut, bertemakan “Peran Instruktur Pelbakori Dalam Mempersiapkan CPMI Korea Selatan Menjadi Duta Bangsa”, berlangsung Minggu hingga Senin (23-24/2).

Peluang kerja bagi CPMI di Korea Selatan menjanjikan, diantaranya upah yang menjanjikan, serta Pemerintah Korea Selatan juga menerapkan pola perlindungan tenaga kerja yang mumpuni.

Tingkat kepesertaan CPMI yang mendaftar dan mengikuti tes tiap tahunnya juga meningkat. “Tahun kemarin tembus 60 ribu CPMI yang mendaftar. Korea Selatan negara paling menjanjikan dari gaji, kesejahteraan dan perlindungannya Insya Allah lebih terjamin”, ujarnya.

Anggota Pelbakori, lanjut Didi, merupakan mantan pekerja migran Korea Selatan.

“Yang lagi ramai sekarang adanya tagar #KaburAjaDulu, dalam artian tidak sekedar kabur, tapi benar-benar mempersiapkan diri untuk masa.depan yang lebih baik. Buka kabur dalam tanda petik, tapi bagian dari proses untuk meraih masa depan lebih baik, salah satunya dengan bekerja di Korea Selatan”, jelasnya.

Didi menambahkan, anggota Pelbakori adalah 90 persen pekerja migran yang sudah pulang. Kesejahteraan mereka bisa terangkat setelah menjadi pekerja migran di Korea Selatan. “Setelah purna sebagai pekerja migran, lalu mendirikan LPK yang tujuannya membimbing masyarakat sekitar untuk bisa mengikuti jejaknya”, tutupnya.

Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, dalam keterangannya kepada wartawan. (Awan).

Seminar nasional dan workshop Pelbakori di UGM Yogyakarta, dihadiri Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Abdul Kadir Karding, yang diwakilkan oleh Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto.

Dwi mengatakan, peluang kerja di luar negeri sangat besar, sepanjang calon tenaga kerja memiliki skill yang memadai, khususnya Korea Selatan.

“Apabila disikapi dengan baik, peluang bagi bangsa kita untuk jadi duta bangsa”, ucapnya.

Sertifikasi keahlian tertentu juga harus dimiliki CPMI, dan pekerja wajib punya kemampuan berkomunikasi dengan bahasa di negara yang dituju.

“Penguasaan bahasa menjadi hal pokok yang harus dikuasai pekerja agar lancar dalam komunikasi di sana. Kalau tidak bisa bahasa, bisa kita bayangkan, akan terjadi salah tangkap instruksi atau perintah, dampaknya akan fatal dalam bekerja, dan komunikasi bahasa merupakan kualifikasi yang harus disiapkan. Bekerja di luar negeri berbeda dengan jalan-jalan loh ya, butuh kompetensi dan kemampuan komunikasi”, jelasnya.

“Asosiasi lembaga pelatihan bahasa, keberadaannya membuat peluang masyarakat bekerja dan meraup pundi-pundi di Korea Selatan sangat terbuka”, pungkasnya.

Seminar nasional dan workshop yang berlangsung di UGM Yogyakarta ini, dikhususkan untuk instruktur LPK bahasa Korea dalam mempersiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Korea Selatan sebagai duta bangsa. (*)