Mereka diduga kuat terlibat dalam perakitan dan penyimpanan bahan peledak.
Kepala Polresta Samarinda, Kombes Polisi Hendri Umar, menyatakan bahwa penangkapan ini adalah langkah proaktif untuk mencegah potensi kekacauan dan memastikan keamanan publik.
“Kami mengamankan empat orang mahasiswa yang diduga merakit dan menyimpan bom molotov yang hendak digunakan dalam aksi unjuk rasa,” ujar Kombes Hendri.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang mencengangkan. Selain 27 botol bom molotov siap pakai, ditemukan juga dua buah petasan, dua gunting, potongan kain perca, serta atribut berlogo PKI. Temuan ini menambah dimensi baru pada kasus, memicu pertanyaan tentang motif dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bom molotov tersebut dipersiapkan secara sistematis. Kombes Hendri menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas merakit, memindahkan bahan baku, hingga menyembunyikan bom. Pihak kepolisian juga masih memburu pelaku lain yang diduga menjadi penyedia bahan baku.











