
Pada hari Sabtu, 30 November 2025, telah dilaksanakan Seminar Hasil Kegiatan Mahasiswa di Aula Kantor Desa Tarikan sebagai rangkaian akhir kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) selama dua bulan di Desa Tarikan. Acara ini bukan hanya menjadi forum penyampaian hasil program, tetapi juga momen perpisahan penuh haru antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Desa, yaitu Herwansyah, SKM., MPH., Ph.D., beserta perangkat desa, antara lain Sekretaris Desa, perangkat desa, bidan desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, para Kepala Dusun, Ketua RT, ketua PKK, serta masyarakat desa yang hadir memenuhi aula.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Desa Tarikan, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa selama berada di desa. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa telah memberikan dampak positif terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan sosial. Sekretaris desa juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kedisiplinan mahasiswa yang telah menjadi teladan bagi masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Kelompok Mahasiswa PBL. Dalam ucapannya, ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh dari perangkat desa dan warga.

Ketua kelompok juga mengungkapkan bahwa dua bulan berada di Desa Tarikan memberikan banyak pelajaran tentang pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian yang tidak didapatkan di bangku kuliah semata. Dengan suara bergetar, ia berkata:
“Kami tidak hanya belajar tentang kesehatan masyarakat, tetapi juga belajar tentang arti kekeluargaan. Warga Desa Tarikan menerima kami tanpa batas, membuat kami merasa memiliki rumah kedua di sini. Berat rasanya harus berpisah, tetapi kenangan dan pengalaman berharga akan selalu kami bawa.”
Pernyataan ketua kelompok membuat suasana menjadi haru. Banyak mahasiswa dan warga tampak meneteskan air mata mendengar ungkapan tulus tersebut.

Dosen pembimbing, Herwansyah, SKM., MPH., Ph.D., kemudian memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap keseriusan mahasiswa menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari edukasi kesehatan, pemetaan masalah desa, kunjungan rumah, pendampingan posyandu, hingga intervensi lintas sekolah dan masyarakat.
Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada perangkat desa dan masyarakat Desa Tarikan yang telah memberikan kepercayaan, bimbingan, serta penerimaan yang sangat hangat kepada seluruh mahasiswa.

Acara dilanjutkan dengan penayangan video dokumenter kegiatan yang menampilkan momen-momen mahasiswa selama dua bulan di desa. Mulai dari kunjungan rumah, kegiatan penyuluhan, bermain dengan anak-anak sekolah, kerja bakti, hingga interaksi hangat bersama warga.
Video tersebut memunculkan kembali kenangan manis, membuat suasana kembali dipenuhi rasa haru dan kehangatan.

Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerjasama, mahasiswa menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada perangkat desa. Penyerahan dilakukan oleh ketua kelompok dan diterima langsung oleh sekretaris desa di depan seluruh hadirin.
Acara ditutup dengan salam-salaman perpisahan. Banyak warga, termasuk ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, hingga anak-anak, tampak meneteskan air mata. Mahasiswa pun merasa sangat berat meninggalkan desa yang telah menjadi keluarga kedua bagi mereka.
Momen ini menjadi penutup yang indah namun penuh emosi, menandai berakhirnya pengabdian yang tidak hanya memberikan pengetahuan pada masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa.









