Menurutnya, setelah viral omset juga ikut meningkat, bisa menghabiskan 60 kilogram bakso, dan 30 kilogram balungan atau tetelan.
“Bisa menghabiskan 50 sampai 60 kilogram bakso, dan 30 kilogram balungan yang sebelum viral hanya 6 kilogram tetelan.
Untuk harga pentol nya sendiri variatif, mulai dari pentol daging giling harganya 5 ribu rupiah, pentol isi telor 4 ribu rupiah, pentol rasa pedas 3 ribu rupiah, tahu pentol seribuan, dan petol kerikil 500 perak”, jelasnya.
Untuk nomor antrian, lanjut Jaswanto, hanya untuk mempermudah pembeli dan membikin suasana lebih kondusif, serta supaya pembeli dari luar kota bisa mendapatkannya.
“Agar kondusif, tidak saling berebut, dan pembeli dari luar kota juga bisa mendapatkannya.
Untuk omset bisa 5 juta rupiah per hari”, urainya.
Bakso Pentol Dadi Kanca, setelah viral di sosial media, dalam sehari bisa menjual ratusan porsi, dengan 60 kilogram bakso, dan pendapatan per hari tembus 5 sampai 6 juta rupiah. Sejak viral di medsos jadi tambah ramai pembeli, warga yang penasaran akhirnya menyerbu kedai Bakso Pentol Jaswanto ini.
















