
PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang terus berkomitmen merealisasikan visi “Pemalang Bercahaya” melalui aksi nyata di sektor sosial dan kesehatan. Langkah ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang di tengah masyarakat Kecamatan Watukumpul untuk menyalurkan bantuan sosial senilai Rp10 juta kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan dana stimulan tersebut diserahkan secara khusus kepada seorang warga di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul. Jaminan sosial ini ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya operasi, pengobatan, perawatan, serta pemenuhan kebutuhan operasional keluarga selama mendampingi pasien di rumah sakit.
Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah secara langsung merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan penanganan yang layak.
“Sinergi dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah prioritas kami. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan memberikan kelancaran bagi proses kesembuhan warga kita di Tundagan,” ujar Bupati Anom di sela-sela kegiatannya, Sabtu (27/6/2026).
Penyaluran DBHCHT Jateng Senilai Rp660 Juta
Selain menyerahkan bantuan penanganan kesehatan, kunjungan kerja bupati ke wilayah selatan Pemalang ini juga dibarengi dengan penyaluran bantuan sosial Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026. Penyerahan bantuan dipusatkan secara simbolis di Pendopo Kecamatan Watukumpul.
Bupati Anom menjelaskan, Kecamatan Watukumpul dipilih sebagai lokus penyaluran mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Kabupaten Pemalang.

Secara keseluruhan, total stimulus yang digelontorkan untuk wilayah Watukumpul mencapai Rp660 juta, yang menyasar 1.100 warga penerima manfaat (KPM). Masing-masing penerima mendapatkan Rp300.000 per bulan untuk alokasi Mei dan Juni 2026. Dengan demikian, total bantuan tunai yang dibawa pulang masyarakat mencapai Rp600.000 per orang.
“Alhamdulillah, bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Semoga bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini membawa manfaat dan keberkahan bagi para penerima,” tutur Anom. Ia juga berpesan agar warga memanfaatkan dana tersebut secara bijak untuk kebutuhan pokok dan kegiatan produktif.
Strategi Jemput Bola untuk Desa Terpencil
Guna mengantisipasi kendala geografis bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kecamatan, Pemkab Pemalang telah menyusun strategi distribusi susulan. Bupati menjadwalkan proses penyaluran akan dilanjutkan pada Senin mendatang langsung ke tingkat desa, seperti Desa Jojogan, Tundagan, hingga Cawet.
Langkah “jemput bola” ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam mencairkan haknya tanpa harus terbebani ongkos transportasi yang tinggi.
Pemerintah Daerah juga memberikan apresiasi tinggi atas performa PT Pos Indonesia Cabang Pemalang yang bertindak selaku komandit distribusi di lapangan. Menurut Anom, sinergi lintas instansi sangat krusial agar seluruh instrumen jaring pengaman sosial dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan tertib.
Agenda ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon, di antaranya Kepala Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang Mukminun, Pemimpin Kantor Pos Indonesia Cabang Pemalang Muhammad Fardan Hakiki, jajaran Forkopimcam Watukumpul, serta para kepala desa se-Kecamatan Watukumpul.







