“Mahasiswa Internasional sering menghadapi tekanan yang lebih kompleks, mulai dari adaptasi budaya hingga tuntutan akademik. Oleh karena itu, manajemen waktu untuk mencapai work-life balance menjadi kunci agar mereka tetap produktif sekaligus sehat secara mental”, ujarnya, saat menjadi pemateri di KBRI Beijing, (11/4).
Sementara itu, pemateri Herdian, PhD, menyampaikan materi bertema “A Community-Based Growth Mindset Program for Mental Health Promotion among International Student in China”.
Herdian menyebut pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam membangun growth mindset guna mendukung kesehatan mental mahasiswa internasional.
Dukungan sosial, lingkungan yang positif, serta pola pikir berkembang (growth mindset), menurut Herdian, dapat membantu mahasiswa.lebih adaptif, dalam menghadapi tekanan akademik dan sosial di luar negeri.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan dari Puspitasari, PhD, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) KBRI Beijing.

















