PBL IKM UNJA Resmi Dibuka di Puskesmas Muaro Kumpeh: Mahasiswa Siap Terjun ke 8 Desa untuk Perkuat Pengendalian TB

Muaro Kumpeh, 30 Agustus 2025 – Puskesmas Muaro Kumpeh menjadi tuan rumah pembukaan kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada tanggal 30 Agustus 2025 dan menjadi langkah awal mahasiswa untuk melakukan praktik lapangan terkait upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh.

Acara pembukaan berlangsung di Aula Puskesmas Muaro Kumpeh dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh, perwakilan pemerintah desa seperti kepala desa, sekretaris desa, serta bidan desa dari wilayah binaan. Turut hadir pula dosen pembimbing dari Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi beserta seluruh mahasiswa peserta PBL.

Tahun ini, PBL mengusung tema “Penguatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TB Berbasis Masyarakat”, sejalan dengan tingginya perhatian pemerintah terhadap penanggulangan TB yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat langsung kondisi kesehatan masyarakat, memahami tantangan lapangan, serta memberikan kontribusi nyata dalam edukasi dan pencegahan TB di tingkat desa.

Kegiatan PBL akan dilaksanakan mulai 1 September hingga 31 Oktober 2025, dengan total 14 kelompok mahasiswa. Khusus di wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh, terdapat 8 kelompok yang ditempatkan di 8 desa, yaitu:

  1. Muaro Kumpeh

  2. Pudak

  3. Lopok Alai

  4. Sakean

  5. Tarikan

  6. Sungai Terap

  7. Sipin Teluk Duren

  8. Teluk Raya

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kolaborasi ini. Kehadiran mahasiswa dinilai dapat membantu memperkuat kegiatan surveilans TB, penyuluhan kesehatan, pendampingan kader desa, serta peningkatan perilaku hidup sehat di masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan mahasiswa untuk memaksimalkan program pencegahan TB.

Perwakilan desa juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PBL, mengingat masalah TB membutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan masyarakat secara aktif. Desa berharap kegiatan ini membawa dampak positif, baik dalam peningkatan pemahaman warga tentang TB maupun dalam upaya deteksi dini kasus.

Sementara itu, dosen pembimbing dari Prodi IKM UNJA menegaskan bahwa PBL bukan sekadar tugas akademik, namun merupakan proses pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam mengamati, menganalisis, dan menyusun program intervensi kesehatan masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal mereka sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang kompeten dan siap bekerja di berbagai lini pelayanan kesehatan.

Dengan dibukanya kegiatan PBL di Puskesmas Muaro Kumpeh, mahasiswa resmi memulai pengabdian mereka untuk dua bulan ke depan. Melalui kerja nyata di desa-desa binaan, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penanggulangan TB sekaligus memperkuat kerjasama antara institusi akademik dan layanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Muaro Kumpeh.