TANGERANG – Kecelakaan hebat melibatkan satu rangkaian Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta dengan sebuah truk bermuatan besar terjadi di perlintasan sebidang JPL 21, petak jalan Rawa Buaya–Batuceper, Tangerang, pada Jumat (20/2/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan satu rangkaian gerbong anjlok dan keluar dari lintasan rel, memicu kelumpuhan total jadwal perjalanan kereta bandara.

Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 06.05 WIB saat Commuter Line Basoetta No. 806 melaju menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sebuah truk dilaporkan tertahan di tengah perlintasan sebidang sebelum akhirnya terhantam keras oleh rangkaian kereta. Akibat benturan tersebut, satu gerbong bagian depan anjlok dan terlempar dari rel, sementara badan truk hancur di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh perjalanan kereta dari dan menuju bandara terhenti total.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, truk bermuatan material tersebut diduga mengalami gangguan mesin tepat saat palang pintu perlintasan mulai turun. Masinis KA 806 dilaporkan telah melakukan upaya pengereman darurat dan membunyikan semboyan 35 (suling lokomotif) berkali-kali.

“Suaranya sangat keras, seperti ledakan. Kereta sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya gerbong pertama miring dan keluar dari rel,” ujar Rahmad (42), salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Pihak KAI Commuter langsung menerjunkan tim evakuasi untuk membantu penumpang yang terjebak di dalam rangkaian. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan pengguna jasa.

“Seluruh penumpang dan petugas dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebagian besar penumpang yang mengejar jadwal penerbangan langsung dialihkan menggunakan moda transportasi bus dan taksi yang kami koordinasikan di stasiun terdekat,” jelas Karina dalam keterangan tertulisnya.

Selain menyebabkan gerbong anjlok, kecelakaan ini juga merusak tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan sistem persinyalan di petak jalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, jalur hulu dan hilir antara Rawa Buaya dan Batuceper belum dapat dilalui.

Pihak KAI Daop 1 Jakarta telah mengirimkan kereta penolong (Rescue Train) dan crane dari Depo Bukit Duri untuk mengangkat gerbong yang terlempar. Estimasi perbaikan jalur diperkirakan memakan waktu hingga 5-7 jam ke depan.

Bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket, KAI Commuter memberlakukan kebijakan pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100% di loket stasiun. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur darat melalui tol atau layanan Bus DAMRI selama proses normalisasi jalur berlangsung.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti truk tersebut terjebak di perlintasan untuk menentukan unsur kelalaian dalam kecelakaan ini.